Sebenernya gini,
Memasuki usia kepala dua, gue banyak dipertemukan dengan mereka yang membahas sebuah bahasan yang... nampaknya menarik bagi segala usia. Ahaha.
Kalian tahu itu apa?
Yak, itu soal cinta! Dan, mengarah pada suatu hubungan,
"Menikah."
Terkadang, gue geli dengan seluruh bahasan soal ini.
"Ah, kenapa? Bukannya lo sendiri sering membahas soal itu? Entah dalam puisi, atau cerpen, atau sekadar obrolan ringan.."
Yak, benar sekali! Tapi, itu lebih kepada sekadar ikut-ikutan. Biar seru aja, wkwk. Geli banget! Gue jadi sering menoyor diri sendiri, "Duh, apa, sih, Keen...."
Pembahasan soal cinta itu memang laku keras di masyarakat. Apa-apa soal cinta. Dulu, gue pernah berpikir bahwa, bahkan seluruh tema kehidupan ini memang soal cinta. Seluruh bidang di kehidupan ini bertaut pada... cinta!
Tidak percaya? Silakan buktikan sendiri! Ahaha.
Cinta... cinta... cinta...
Tema yang menarik untuk mengeruk uang, ahaha.
Gitu, aja, sih.. Wkwk.
Enggak deng, mau coba gue lanjut dulu,
Intinya, sih, gue lagi mau curhat aja, kalau gue enggak se-baper itu, hanya karena tulisan-tulisan gue sering yang berbau cinta.
Sebenarnya wajar dan enggak apa-apa juga, sih. Gue juga bukan manusia enggak normal yang enggak pernah memikirkan soal cinta, wkwk.
Dan satu lagi, soal menikah dan jodoh itu. Wkwkwk, kadang geli sendiri saat orang-orang sering bahas ini, termasuk gue. Gue sering merasa gue masih anak-anak. Jadi sebenarnya, agak tabu gimanaaaa gitu kalau bahas itu.
Kenapa, siih... harus ribet banget? Pusing-pusing begitu? Nanti juga ketemu, kok!
Dan, sebalnya apa? Gue pribadi kalau sedang menyangkut soal begituan, kadang jadi kurang produktif!
Liat cowok keren jadi baper...
Di-chat seorang cowok (yang kayaknya, sih) keren, baper juga...
Dan semacam itulah.
Untuk kemudian melamun sendiri membayangkan seorang pangeran berkuda putih menjemput diri ini.
Wkwk, lebay, lo! Mending belajar dulu yang baik! Kalau memang mau cepat menikah, atau sesuai targetan usia, ya pantaskanlah dirimu di usia itu.
Kalau kata seorang penulis di agenda sharing, sih, pernah bilang gini, "Kalau kamu mau menikah di usia delapan belas tahun, ya kamu harus dewasa di usia itu..."
...
Akhirnya, tulisan ini pasti enggak jelas banget, diksi berantakan, kurang efektif, tapi gue lagi kepengin aja nulis. Ahahaa..
So, selamat memantaskan diri!
No comments:
Post a Comment