Tuesday, February 09, 2016

Jealous

Apa kamu pernah merasakan, bagaimana terasingkan saat ada beberapa manusia saling bercengkerama? Mengulang kembali ingatan mereka yang tampak asing bagimu,

Atau,

Bercanda-tawa menggoda seseorang yang sudah lama mereka kenal?

Dan lagi-lagi kamu hanya bisa duduk termenung, mendengarkan seluruh ocehan yang rasa-rasanya seperti suara nyamuk.

"Ugh! Berisik! Tidak penting!"

Akan berpikir begitukah kamu? Atau tetap mendengarkan, tersenyum, sesekali bertanya, memberikan jawaban, mencoba memahami?

Oh, wahai kamu, Si Pencemburu Berat,
Kamu selalu inginkan namamu tertera,
Bersama menjalani kenangan itu,
Ikut tertawa saat mengingat.


Hei, kamu, Si Pencemburu Berat,
Sakit sekali rasanya hatimu,
Saat mereka saling menatap, asyik dan tenggelam,
Dan kamu mengapung sendiri.


Baiklah kamu, Si Pencemburu Berat,
Kamu paham, aku yakin.


Dan kini yang ingin kamu lakukan,
Keluar dari gubug kesendirianmu,
Berbaur, bersama, mendirikan,
Sebuah, dua buah, tiga dan banyak sekali yang akan dikenang!


Abadi dalam potretan,
Abadi dalam tulisan,
Abadi dalam ingatan.


Hei, kamu, Si Pencemburu Berat!

Tersenyumlah...

No comments:

Post a Comment