Aku ingin menulis untuk kamu.
Yang sejauh ini selalu dekat dengan orang itu.
Bagaimana mungkin?
Ah, tentu saja mungkin!
Ini hanya soal, ia si mutiara yang bersinar, dan aku hanyalah kerikil penuh debu.
Bagaimana mungkin?
Dunia kami begitu berbeda.
Dan tentu saja, semua akan memandangnya.
Ah, ya, ini adalah cerita, bagaimana seorang ketiga hanya bisa menatap lamat-lamat orang pertama dan kedua. Itu kamu, dan dia.
Berdiri di depan pagar kawat, melihat kamu berkeringat, ia datang dengan sebotol minuman, dan aku? Cukup saja di sini posisiku.
Menangis? Lalu aku akan menangis? Mesti begitukah?
Aku hanya akan memandang langit.
Betapa ia di sore hari amat menyenangkan.
Andai saja tak adanya, mungkin aku sudah membunuhnya.
Ia yang mencuri masa depanku, mengambil mimpiku.
Bersama kamu, dan langit.
---
05 Februari 2016,
Suer deh ini gaje banget! Wekaweka. Terinspirasi dari lagu Soko-I'll Kill Her, di bagian akhirnya. Juga, dari video clip soundtrack Detective Conan (iya kali namanya itu). Aahahaa..
No comments:
Post a Comment