Thursday, February 11, 2016

Caca dan Nunu

Ini adalah sebuah cerita, tentang dua.

"Hidup ini menjengkelkan!" Setidaknya itulah yang selalu dipikirkan oleh Nunu. Ia sebal sekali, bagaimana mungkin di dalam hidup, satu selalu butuh dua, dua selalu butuh tiga. Bagaimana mungkin, kanan tak lengkap tanpa kiri. Bagaimana mungkin, ada atas, ada bawah.

"Aku harus selalu bergantung padanya! Argh... Menyebalkan!" Nunu geram. Ia kesal. Hidupnya bergantung pada lawan yang sebenarnya adalah kawan.

Sedang di sudut lain ada yang sama sebalnya dengan Nunu.

 "Aku bisa mabuk! Wadahku bisa meluber. Aku butuh tempat untuk berbagi. Aku hanya akan tahu tanpa memberi tahu. Aaak... menyebalkan!" Caca, Ia pun geram, namun tetap tenang. 

Nunu dan Caca. Masing-masing dari mereka menyimpan kekesalan yang luar biasa. Hingga akhirnya, wajah merah padam itu berubah murung.

"Aku harus mencari kamu ke mana?" Ujar Nunu.

"Aku lelah, siapa, sih, kamu?" Kali ini Caca.

Hingga akhirnya, seberkas cahaya putih datang menyilaukan. Nunu terkaget-kaget di tempatnya. Caca tersentak di tempat lain. Tanpa sempat bertanya, cahaya putih hangat itu membungkus mereka. Menarik Nunu dan Caca dalam sekejap, dan mereka dipertemukan, dalam sebuah tempat yang lapang, hanya ada putih.

"Hei, di mana ini?" Caca bersuara setelah cahaya putih tadi melepasnya.

"Sepi. Tapi, eh? Siapa kamu?" Itu Nunu, terkejut dengan keberadaan Caca di sampingnya.

Mereka bertatap sejenak, saling bertanya dalam hening. 

Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

"Kamu, kah?" Nunu dan Caca terheran berbarengan. Terkejut lagi.

"Ka-kamu?" Kata Nunu.

"Yang aku cari?" Ini Caca.

Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

Seutas lengkungan muncul dari bibir mereka masing-masing. Saling menjabat tangan, dan berpelukan!

Mereka girang bertemu, menuju sebuah jungkat-jungkit berwarna biru.

Di taman itu mereka ingin membenarkan sebuah ramalan, bahwa,

"Mereka bilang, kita sama beratnya!"

Dan, benarlah ramalan itu. 

Oh ya, mereka adalah dua yang tak terpisahkan. Mereka bukan pecinta sesama jenis, mereka sejenis yang saling mencintai. Kawan yang lawan, lawan yang kawan. Sahabat lama, baru, dan seterusnya.
Membaca,
Dan Menulis.

Menulis,
Dan Membaca.

Itulah mereka. Tak ada yang lebih berat atau ringan. Caca butuh Nunu. Nunu butuh Caca. Mereka saling melengkapi.

Caca adalah amunisi bagi Nunu.
Nunu adalah bayi bagi Caca.
Seperti teko butuh gelas, gelas butuh teko.
Jangan hanya ingin cerdas sendiri! Tulislah!
Janganlah hanya mengarang tanpa arti! Bacalah!

Menulis dan Membaca. Ah, betapa hidup ini amat menyebalkannya. Dua hal tadi adalah di antara kenikmatan itu.

Aksara, oh, Aksara!
Aku selalu hidup dibuatnya...


---
10 Februari 2016, 19:54
Kenti Lestari dalam #MalamNarasiOWOP
Aku sering merasa, rasa-rasanya aku hanya ingin berada di sebuah tempat, di mana membaca dan menulis adalah kegiatan setiap harinya. Hahaha...

Sumber: Grup OWOP, mungkin dari Google :D

No comments:

Post a Comment