"Kamu anak yang baik!" Ujar seorang ibu-ibu sembari tersenyum pada seorang anak perempuan berjilbab ungu di depannya.
Anak perempuan itu memang 'sering' terlihat baik, tepatnya, anak perempuan yang baik-baik. Hari-harinya ia usahakan untuk melakukan hal-hal yang baik. Pakaiannya baik, sikapnya santun dan ramah.
Mendapati pernyataan seperti itu dari seorang ibu-ibu--yang lebih muda dari ibunya sendiri--ia heran.
"Maksud Ibu?"
Si ibu tersebut tersenyum, "Iya, saya lihat shalatmu selalu terjaga, pengetahuan agama kamu baik. Sikap kamu."
Anak perempuan tadi hanya tersenyum dan berkata dalam hati, "Masa, sih? Ini maksudnya apa, ya?"
Ia bingung, terus berpikir hal baik selain dari itu? Apa cukup dari yang terlihat saja? Bagaimana jika sebenarnya ia tidak sebaik itu? Bagaimana jika sebenarnya ia hanya berpura-pura rajin shalat di awal waktu agar terlihat baik?
"Bagaimana mungkin beliau bisa gamblang mengatakan itu? Apakah gue sudah banyak menjilat dan... pencitraan?" Masih berupa monolog hati.
"Saya ingin bantu kamu. Sebab kamu anak baik." Seorang ibu-ibu yang sama, kembali mengatakan itu, kali ini secara texting, ditambah emotikon tersenyum.
"Ckck! Pencitraan gue udah kelewatan, nih! Hah! Seandainya aja beliau tahu gimana gue yang sebenarnya. Mungkinkah ia masih akan mengatakan itu? Masih ingin membantu gue habis-habisan?" Gumamnya sedih.
"Seandainya saja Allah enggak pernah mau menutupi aib gue. Mungkin, semuanya akan tuntas. Berakhir susah!"
Tak terasa setetes embun, jatuh menyusuri lereng pipi.
"Allah baik banget, ya! Gue jadi malu.."
--
Assalamu'alaikum, Kak..
-19:28
-19:28
Wa'alaikumussalaam.. iya, shalihah?
-19:30
-19:30
Uangku yang kemarin ada di kakak, tolong disedekahin aja, ya.. terserah dimana aja, kalau via transfer, aku minta buktinya, yaa.. trims :*
-19:31
-19:31
Memang kamu anak baik! <3
-19:33
-19:33
Beberapa saat ia merenung, menarik napas dan tersenyum. Ditekannya logo tanda panah ke kanan tanpa tangkai pada aplikasi obrolan itu. Send.
:)
--19:37
--19:37
Pesan balasan terkirim.
"Apa gue memang sebaik itu? Apa gue juga pantas? Hmm.."
---
14012016, Kenti Lestari
Tadi pagi ke kedubes Jepang! Besok juga insyaa Allah. Bodo amatlah soal bom-bom-an yang lagi nge-hits di daerah Thamrin itu. Kerja mah kerja aja. Tapi, gue berharap, moga kelak bisa urus visa gue pribadi. Duh, egois, ya? :(
Berdoa buat yang lain juga deh, aamiin.. :)
14012016, Kenti Lestari
Tadi pagi ke kedubes Jepang! Besok juga insyaa Allah. Bodo amatlah soal bom-bom-an yang lagi nge-hits di daerah Thamrin itu. Kerja mah kerja aja. Tapi, gue berharap, moga kelak bisa urus visa gue pribadi. Duh, egois, ya? :(
Berdoa buat yang lain juga deh, aamiin.. :)
No comments:
Post a Comment