Satu waktu aku terbingung-bingung.
Kepedulian ini menyesakkan.
Selalu begitu, rasaku.
Lantas? Haruskah aku diam? Membiarkan hitam terus menghitam?
Satu waktu aku bertanya.
"Haruskah aku selarut ini?" Menyelam bersama mereka yang aku lebih memilih dia?
Lantas aku bingung. Aku bukan siapa-siapa. Akankah hadirku kan jadi sekadar boneka? Dengan tali-temali yang menggerakkan tanganku?
Lantas aku diracuni! Diracuni! Oleh bubuk kacang yang tenggelam dalam jus alpukat.
Aku mati. Maka jejakku hilang.
Tanganku meraih, namun peti ini tertutup.
Aku tertelan. Aku gugur dalam barisan. Mendengar sayup-sayup tawa mereka.
Dan aku hanya diam, setelah berdiam. Di dalam diam, untuk orang-orang yang diam.
---
07012016
Ketika entah mengapa golongan muda berencana menculik para tua.
Kumohon, bacalah...
No comments:
Post a Comment