Friday, September 25, 2015

Si Cokelat Berkaki Terbang

Malam itu datang lagi.
Malam dimana kau kembali hadir..
Dengan langkah malu-malu, kau keluar dari tempat persembunyian..
Kau tidak bergerombol seperti kawanan kecil hitam itu..
Kau pun tak sempat untuk sekadar bersalam-salaman dengan saudaramu..
Kau terlalu sibuk.
Waktumu amat terbatas.
Kau merasa,
Sekarang atau tidak selamanya.
Sekarang atau kau akan terlihat.
Sekarang atau kau akan dikejar.
Sekarang atau kau akan diburu.
Sekarang atau kau akan mati.

Kembali dengan ekspresi malu sekaligus ragumu.
"Ini waktunya! Tak ada siapa-siapa. Aku harus bergegas." Gumammu.
Dengan kuda-kuda, dengan langkah tajammu,
Kau larikan kaki sekuat tenaga menjemput dia disana.

Namun ternyata, itu bukanlah waktu yang tepat.
Sayangnya, ada yang menyadari kehadiranmu, menunggu untuk kemudian berburu.
Kau hampir sampai pada tujuanmu, benda-benda menakjubkan yang dapat mengisi perut.

Tapi sayang,
Benda lain segera ditekan,
Percikan air berbaur dengan udara,
Kau terkejut, kau panik, langkah kakimu goyah,
Kau menghirup udara yang telah tercampur itu,
Mabuk menguasaimu, kaupun terpedaya, lemah, dan runtuh.

Ternyata itu bukan waktu yang tepat.
Akhirnya kau tau mengapa kau ragu.
Seharusnya kau paham,
Jangan melangkah saat ragu.
Atau kau akan terdiam membisu,
Menyesali semuanya, dan kaupun mati dalam diammu..

Wahai kecoak malang,
Ada yang tertawa atas kematianmu..
Selamat jalan. Semoga kau tak dendam

dalam #MalamNarasiOWOP

No comments:

Post a Comment