Jadi gini,
Udah lama banget gue pengen bahas topik ini, hahahaa..
Jadi gini,
Udah lebih dari tiga bulan ini gue gabung di komunitas Fakta Bahasa Bogor, komunitas belajar bahasa gituu.. kece deh xD *guenya maksudnyaaa hahahaa~ iya deh iya komunitasnya juga kece :3
// pssstt.. yang mau kepo soal komunitasnya, boleh ngintip di Fakta Bahasa atau yang khusus region Bogor di Fakta Bahasa Bogor atau ini nih chirpstory-nya //
// pssstt.. yang mau kepo soal komunitasnya, boleh ngintip di Fakta Bahasa atau yang khusus region Bogor di Fakta Bahasa Bogor atau ini nih chirpstory-nya //
Jadi gini,
Pas awal-awal itu gue sempat tergabung dengan sebuah grup di dalam grup di salah satu klub bahasa di komunitas itu, hahahaa..
Maksudnya grup whatsapp, forum bebas gituu, isinya anak-anak yang biasa rame di klub bahasa yang sama, hahahaa rasis banget kan kitee?? Ngga juga sih, maksud tujuan dibentuknya grup itu sih ya karena agar tidak mengganggu ketenteraman penghuni di grup resmi, hehehee, jadilah di buat grup dengan subject yang diganti-ganti sampai akhirnya berlabuh pada satu subject terbaru, yaitu, "orang-orang penting" versi bahasa klub itu :D
Nah singkat cerita, grup wassap yang digawangi delapan personel kemudian ditambah dua members baru itu pun (jadinya lima cewek lima cowok) sering melakukan aksi nekatnya *duh ini apa sih? xD*. Iya, di malam-malam aku sendiriii.. eh bukan, maksudnya.. hampir setiap malam setiap hari itu grup selalu ramai, seperti rumah baru yang dengan begitu meninggalkan rumah lama T.T (baca: grup resmi). Hampir di setiap saat, gue pribadi selalu diteror dengan kentrang-kentring bunyi wassap. Lambat laun gue lelah juga mendengarkan iramanya yang kayak gelas pecah terus gue ganti jadi kayak gelas dipukul *ini apalagi? -__-* dan gue pun me-mute-kan si grup itu, eh? Apa ngga yak? Tau deh lupa, hahahaa..
Pokoknya hari-hari gue tuh ceria banget deh dengan kehadiran grup baru yang isinya orang-orang ramai itu :v seperti pelangi, kami membentuk formasi warna-warni hahahahaa..
Kami biasa membahas macam-macam. Dari mulai ngomongin soal materi pelajaran klub, pelajaran klub lain, pelajaran bahasa Inggris, ngomongin soal kerjaan, pendidikan, soal deliberate practice-lah, soal kehidupan, curhatan temen dan senior soal pacar, soal jodoh-jodohan (nah lho! ini berlaku di semua grup deh kayaknya x'D), soal memilih pasangan, dan soal-soalan lainnya yang meskipun rada banyak ngga pentingnya, tapi lebih banyakan pentingnya ah hahaha :) "Terkadang obrolan ngga penting bisa menjadi penting (bagi hubungan sesama misalnya)" - kata temen. Oiya, tidak jarang juga kami karaokean versi tulisan, hahahaa..
Seperti saat masuk ke minimarket, seperti itulah suasana di grup ilegal kami itu (ngga ilegal juga sih, lha wong pendirinya itu justeru tutor klubnya xixixixii), setiap pagi, siang, sore, malam, bahkan subuh, adaaa aja yang ngucapin selamat :D
Nah, sebenarnya sih bukan tentang grup itu yang mau gue ceritain disini.
Lho, jadi tadi tuh cuma prolog? Panjang bener -__-
Hahahaha iya, itu cuma pengantar.. Jadi maksudnya gini, suatu hari, di grup kami itu pernah membahas soal..
Jeng jeng......
"A-L-A-S-A-N"
Awalnya sih lagi ngomonging soal napping gituu.. negara mana yang perusahaannya ngebuat sistem napping, trus ngomongin tempat-tempat penyewaan soal napping juga. Terus, karena klub kami ini memelajari bahasa negara XXX yang mostly perusahaannya itu termasuk yang menghargai dan memerhatikan kondisi karyawannya.. daan pembahasan pun berlanjut!
Anyway, kok jadi main rahasia-rahasiaan gini sih soal klub bahasa mana, negara apa yang lagi gue omongin ini? Wkwkwkwk..
Pembahasan berlanjut ke,
"Iya yah, dengan adanya perhatian lebih, misal napping kan justeru bikin produktifitas pekerja jadi lebih-lebih.. ya ngga?" kata gue kalau ngga salah
"Iya, aku pengen deh kerja di perusahan negara XXX soalnya perhatian gitu sih sama karyawannyaa.. makanya, sewaktu ditanya tutor kita kenapa mau gabung di klub ini, aku jawabnya karena pengen bisa bekerja di perusahaan negara XXX" kata Kak Mawar (demi keamanan privacy, nama disamarkan)
"Ooh.. begitu yaa.. kalau aku, apa ya alasan gabung di klub ini? Aku sih gabung aja, karena emang suka, suka sama negaranya, bahasanya, budayanya, suka aja gitu.. dan, ya emang pengen juga sih sekolah di sana.. ngga terlalu butuh alasan yang kuat" jawab gue (sebenarnya gue agak lupa sih gue ngomomgnya gimana) yang dulu ngga ikutan sesi ditanyain soal "alasan" gabung klub :3
"Eeh.. kata orang, kita tuh harus selalu punya alasan lho! Karena kalau kita datang dengan tanpa alasan, biasanya kita pun akan meninggalkan tanpa alasan juga" ujar Kak Mawar bijak
Gue pun balas menanggapi, "Yang bener, Kak? Masa sih? Terus, apa suka pun harus butuh alasan?" maksud gue, "Does love need a reason?" ngikutin kutipan di salah satu filmnya Raditya Dika.
Dan, pembahasan makin melebar,
Ternyata, kalau menurut persepsi senior gue itu, cinta pun, rasa suka pun emang butuh alasan lho. Harus ada deh! Karena itu yang bikin kita jadi konsisten, iya ngga? Masih kata senior gue, kalau soal suka atau cinta, setidaknya karena si do'i itu seiman, itu tuh udah bisa jadi alasan kita mencintai diaa.. Nah!
"Kamu juga, kalau ada orang yang suka sama kamu, harus ditanya tuh alasannya. Biar jelas!"
Di tengah perjalanan perbincangan, junior dan senior-senior gue yang lain pun turut meramaikan..
"Wih.. bahasannya berat banget deh nih, lebih berat dari asupan kalori sarapan saya, hahaha" kata senior gue, kali ini cowok, sebut saja Mr. X
Satu menit dua menit tiga menit. Ngga cukup! belasan menit dan sampai puluhan menit dari siang sampai menjelang maghrib.
Agak lupa juga sih gue bahasannya gimana, tapi gue ingat banget, obrolan pun mengarah sampai menghasilkan closing statements by Mr. X
"Kalau kita datang tanpa alasan, kita akan lebih mudah meninggalkan. Karena, timbangan yang tadinya kosong, lama-kelamaan akan ada salah satunya yang memberatkan, dan itulah yang menyebabkan kita meninggalkan, karena ngga ada "alasan" sebagai pemberat di sisi yang satunya"
"Yes, everything's there should be a reason. And the ultimatum reason is because of Allah" tsaaaah... RT banget deh gue!
Yap! Semuanya itu ternyata emang butuh banget alasan deh!
"Harus ada alasan, supaya jatuhnya ngga semau gue, ngga egois~"
Dengan adanya alasan, kita bisa tahu motif kita dalam melakukan atau memilih sesuatu, bergabung didalamnya, dan bisa lebih konsisten juga komitmen. Apalagi kalau alasannya karean Allah. Udah deh, rintangan seribet apapun, ngga akan sanggup mematahkan langkah kaki kita *eaaa
Tapi eh tapi, setelah gue berguru ke tempat lain.
Sebenarnya bukan "alasan" banget sih yang jadi pegangan, tapi lebih ke "tujuan".
Gue agak bingung sih ngebedainnya untuk beberapa konteks. Tapi terlepas dari itu, gue sepakat, dalam hal memilih, melakukan, bergabung, memutuskan, kita selalu butuh tuh yang namanya "alasan" dan atau "tujuan"
Sama seperti hidup. Harus jelas dong tujuan hidup kita apa. Dan harus ngerti juga kenapa (alasannya) Allah menciptakan kita. Agar jadinya, hidup ya sebenar-benar hidup, terarah.
Sampai sini tulisan gue cukup bisa dipahami gak? Atau ngga jelas? Hehehee..
Dan mesti teman-teman ketahui, gue bersyukur banget deh rasanya bisa ketemu mereka, orang-orang yang membantu gue membuka jalan pikiran gue soal alasan dan tujuan. Yang menjadikan gue sekarang selalu berusaha cari dulu, rancang dulu, alasan gue pilih ini, tujuan gue bergabung disini.
Selain itu, alasan itu terkadang seperti hikmah. Dan gue lagi-lagi tersadarkan, ternyata inilah hikmahnya, alasannya kenapa Allah memertemukan gue dengan mereka, ya itu tadi, untuk berdiskusi ini-itu dan sedikit banyak membuka pikiraan *tsaaahh
====
PS. Tulisan ini sih gue dedikasikan untuk mereka. Yang sayangnya semua tak seperti saat-saat itu lagi. Boleh jadi, gara-gara terlalu excited-nya gue terhadap teori "alasan dan tujuan" itu, yang menghantarkan pada kerenggangan hubungan grup ilegal kami. Jadi, lebih berkurang diskusinya, sampai ngga sama sekali karena grupnya sudah dihapus, karena dirasa useless, dan kamipun pindah ke rumah lama untuk berbincang-bincang sesaat, tapi tak seramai dulu,
Mungkin memang masanya begini.
Ditambah lagi beberapa members seperti menghilang, tutorpun jarang datang. Juga, ada salah satu kawan karib yang berniat resign dari klub T,T menjadikan semangat gue agak turun. Tapi dia mengingatkan, "Kakak harus ingat alasan kakak gabung di klub ini tuh apa.." Iya, gue mesti banget fokus dengan alasan dan tujuan awal gue gabung di klub ini, jangan sampai, hanya karena kehilangan teman-teman rusuh, malah menurangi semangat belajar. Pffttt..
Yosh! Ganbatte ne!
No comments:
Post a Comment