Assalamu'alaikum..
Hai guys, jumpa lagi di siang bolong di weekend kita. Wah, udah H-2 Ramadhan nih, pasti nanti liburan sobat-sobat bakalan lebih asyik dengan adanya Ramadhan, hehe.
But, disini saya berkicau bukan untuk membahas tips di bulan Ramadhan ataupun persiapannya. Kali ini saya mau mengulas sedikit mengenai novel karya salah satu novelis favorit saya, siapa lagi kalo bukan.... *jeng jeng jeeeng.. haha lebay ya? Oke, saya mau membahas salah satu novel Tere-Liye yang berjudul "Negeri Para Bedebah"
Wah wah wah.. dari judulnya aja mungkin bagi bookaholic atau lain sebagainya bisa nebak nih kalo novel ini membicarakan suatu negeri dengan keadaan negerinya itu, daan pastinya banyak bedebah-bedebah atau pengkhianat gitu dalam cerita ini.
Yup, sesuai banget sama cover nya yang bergambar seorang lelaki bertopeng hidung panjang kaya Pinokio memakai setelan jas hitam rapi plus sarung tangan putih, dan didepannya ada musang berbulu domba (lucu sekaligus serem)
Okey, di sampul belakang novel ini ada sinopsis (sebenernya ngga mirip sinopsis) yang terdiri (cuma) 3 kalimat-yang bener-bener bikin penasaran, isinya itu..
"Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat."
Just it haha simple banget emang, ckck. Oke dah kita langsung aja ke bagian cerita nya (dengan sedikit prolog*again?)
buku ini saya dapetin hasil rekomen temen saya nih, kami emang sesama bookaholic, dan beruntung nya bisa gabung di perpustakaan islami yang terbilang sederhana tapi memuat banyak buku-buku islami berbagai jenis, letaknya sih cuma sekali naik angkot dari sekolah saya, terus tinggal jalan kaki deh masuk ke dalem. Jeh ngapain jadi ngomongin ginian? okeoke sabaar.. hm jadi, novel ini tuh bener-bener multi genre lah, banyak aliran haha. Yang setau saya sih, aliran nya itu Aksi, Humor sarkastik, Poitik, Keluarga dan berkisah banyak tentang keuangan.
Thomas, ini dia tokoh utama nya, adalah seorang Konsultan Keuangan Profesional yang terkenal. Perwatakan Thomas sendiri sebenarna bukanlah seorang yang dengan sifat sangat baik dan diteladani, disini dia lebih pada sifat sarkastiknya, yang sebenarnya dia mengakui sendiri bahwa Ia pun termasuk salah satu bedebah dengan akal pikirannya yang cerdas namun licik. Itu terlihat dari berbagai ide cemerlangnya dalam melakukan aksi kabur dan membawa kabur buronan yang tidak lain merupakan Om-nya (yang bernama Om Liem), sang pemilik Bank Semesta yang saat itu tengah kalut dan berada dalam posisi di ujung tanduk.
Dalam misi pelariannya ini selama lebih kurang 3 hari, Ia senantiasa dibantu oleh berbeagai teman dan kenalannya. Sebutlah Julia, seorang wartawan yang pernah mewawancarainya di dalam pesawat London-Jakarta. Ada pula Kadek, pengurus kapal pesiar pribadinya. Rudi, polisi yang menjadi teman sekaligus lawan bertarungnya di klub tinju. ada juga Erik, Randy yang sebenarnya ogah-ogahan membantu Thomas.
Tommi, yaitu nama kecil Thomas seringkali merasa bosan dengan cerita-cerita Opa-nya yang seperti kaset rusak karena menceritakan kisah masa muda Opa-nya yang itu-itu saja meski seringkali dipancing dengan prolog yang berbeda. Meski begitu, Thomas seringkali diberikan pelajaran penting setiap kali Ia berkunjung kerumah peristirahatan Opa-nya di dekat Waduk Jatiluhur hingga menjadikan Ia jago apa saja termasuk mengemudikan kapal pesiar pribadinya-hadiah dari Opa-nya. Semua itu juga dilakukan sang Opa agar Thomas bisa terhibur atas kejadian silam yang menimpa keluarganya saat Ia berumur 10 tahun, dan sejak saat itu Thomas amat membenci Om-nya, Om Liem. Namun ternyata dibalik itu, Ia lebih dan sangat memebenci 2 bedebah yang telah memebakar rumah beserta orang tuanya dulu. Dendam itu kembali membara setelah Thomas tau, ternyata 2 bedebah itu dan 2 bedebah lain yang ternyata para pengkhianat keluarganya merupakan orang-orang yang terlibat dalam penutupan Bank Semesta-Bank milik Om Liem.
Dan, dimulailah pertarungan demi pertarungan antara Thomas dan para bedebah itu, juga pertempuran antara Ia dan penyelamatan terhadap Bank Semesta, hingga menjadikan Thomas siang dan malam terus berpindah-pindah, dimulai dari London-Jakarta, Jakarta-Jatiluhur, Jakarta-Bali, Jakarta-Singapura, dan berakhir di lautan gelap yang hilang dari peta.
Okey, kayaknya segitu aja kali yaa.. soalnya ternyata cukup lama dan panjang kalo dibahas semuanya, lagian takut malah jadi spoiler dan malah ngga bikin deg-degan pas baca beneran (siapa para bedebah itu, nasib dari Bank Semesta, dan akhir kisah ini), mending temen-temen sekalian langsung aja deh baca bukunya, pinjem, beli atau numpang baca di toko buku, hehe. Dijamin gaakan nyesel, so pasti seru banget meski emang ada beberapa alur yang agak ngebosenin (buat saya pribadi) dan kata-kata yang mesti dicari di kamus dulu kalo emang belum ngerti, biasanya pas lagi ngomongin mengenai keuangan dan bisnis gitu, dan kayaknya hal tersebut sengaja nguji coba pembacanya kira-kira sanggup lanjut apa ngga, soalnya yang awal-awal ngebosenin emang di bagian awalnya.
oke deh sekian and terima kasiih^^

No comments:
Post a Comment