Wednesday, July 10, 2013

Languange is not everything but...

Buat saya pribadi, bahasa itu keren banget. Saya selalu kagum dan bangga terhadap para ahli bahasa maupun yang giat mempelajari bahasa. Tanpa bahasa, komunikasi menjadi hambar, bahkan bisa jadi tidak bisa berkomunikasi sama sekali.

Bahasa apa pun itu saya selalu menyukainya, entah bahasa asing, bahasa daerah atau bahakan bahasa makhluk lain atau planet lain sekali pun, entah itu pula bahasa komputer, bahasa pemrograman. Yaa, meski untuk saat ini saya memang lebih menyukai bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dan bahasa lainnya yang sangat ingin saya pelajari itu bahasa Arab dan Jepang. Oh ya ampun, bahasa Perancis, Turki, Jerman, Rusia, China, daaaan semuanya.. entah bagaimana saya mewujudkan passion saya ini, saya begitu menyukai bahasa, namun memang masih ugal-ugalan juga dalam mempelajarinya, terlebih rata-rata saya baru bisa secara autodidak, bahasa Inggris pun kalau dipaksa dalam pelajaran sekolah contohnya, salah justru jadi malas.

Namun, bahasa apa pun yang ingin saya kuasai, kunci utama saat ini adalah saya haru bisa dahulu bahasa Inggris dan Arab, karena itu yang memang yang paling penting, yaa disamping bahasa Indonesia saya pula harus lebih baik dan mengerti bahasa daerah.

Sebenarnya, bahasa itu memang bukanlah segalanya, seperti dalam salah satu quote, “Languange is not everything, but everything without languange is nothing!” ya, itulah yang saya yakini. Semoga saya semakin yakin dengan minat saya ini. Anda juga tentunya. Bahasa itu bisa menjadi sumber apa saja, kita harus berbahasa dengan baik agar bisa mencapai apa yang di maksud. Bahasa pula menunjukkan identitas dan kepribadian seseorang.

Dengan bahasa, setiap orang bisa saling berkomunikasi dengan baik..

Dengan bahasa, identitas terbuka..

Dengan bahasa, kepribadian mudah dikenal..

Dengan bahasa, menjadi pintu ilmu lainnya..

Dengan bahasa, semua menjadi jelas..

Namun, tak perlu dalam satu bahasa atau bahasa dengan grammar yang amat jelas untuk berdo’a, karena Tuhan selalu tau apa yang kita maksud, apa yang kita inginkan, tentu jelas tetap harus beretika juga dalam berdo’a meski tak harus bertata bahasa yang selalu mengacu pelajaran di sekolah atau di buku grammar. Intinya, berdo’a bisa dengan cara dan bahasa apa saja, namun perhatikan tempat dan etikanya.


Sekian note ini, hanya sekedar personal oppinion, semoga dapat bermanfaat dan lebih semangat bertata bahasa dan belajar bahasa apa pun dan lebih baik..

No comments:

Post a Comment