Friday, June 21, 2013

Headline News

Assalamu’alaikum.. Haai guys, jumpa lagi sama saya Kenti Lestari, masih di blog yang sama, apalagi kalo bukaaan.. handken.blogspot.com :) Langsung aja cuus,

Guys, hari ini saya jadi tim ruqiah lagi nih.. gimana ngga, pas tadi ada forum MPK-OSIS di salah satu lorong di sekolah saya, eeh ternyata ada yang marah guys, terus mampir gitu ke salah satu tubuh adek kelas saja, si anak itu nangis aja, sontak kami pun kaget jadinya, langsung aja deh si anak itu dibawa ke salah satu kelas untuk di tenangin, tapi bukan tenang eh malah dia makin menegang dan memberontak, kami pun bingung rasanya. Si anak itu (sebut saja dia Bunga), ya Bunga dengan matanya yang terus melotot dengan keadaan kerudung nya pun terlepas, awalnya dia hanya tiduran dan agak tak sadarkan diri, namun akhirnya dia angkat bicara, dan mengatakan bahwa diluar berisik dan mengganggu. Teman ku yang ada disana pun meminta maaf atas keberisikan kami yang mungkin mengusik dia dan teman-temannya (sesuatu yang masuk ke raganya Bunga). Aku pun menghampiri mereka, ku lihat-lihat, lalu aku angkat bicara, “kamu ngapain sih masih ada di dia? Masuk ke tubuh dia? Kasian tau, keluar dong! Kami udah minta maaf kan kalo emang itu ngeganggu kamu, kami akan pindah tempat kok, sekarang kamu mau pilih keluar baik-baik secara halus atau dikeluarin secara paksa?” ujar ku pada Bunga yang sebenarnya mengarah pada sesuatu didalam raganya. ia pun yang awalnya agak menunduk, langsung memalingkan wajah nya ke arah temanku yang ada disampingku, mungkin mencari sumber suara lalu mendapati bahwa akulah yang berbicara. Aku agak ngeri saat melihat raut wajahnya, namun aku acuh dan biar saja, aku makhluk padat, sedangkan dia yang ada di dalam Bunga hanyalah sesuatu yang halus dan tak tampak yang saat itu sedang singgah. ia melotot melihatku, aku pun membalas tatapan nya dengan tatapan tajam dan tampang jutek, lalu dengan geram aku mengatakan, “oh, jadi kamu mau di keluarin secara paksa? Mau saya bacain Al-Qur’an? Biar panas sekalian!” seruku setelah sadar ternyata ada Al Qur’an di dalam tasku. Dengan masih melihat Bunga, ku lihat raut wajahnya menampakkan rasa tidak suka dan semakin geram dan kasar. Ia meronta, hingga hampir kewalahan teman-temanku yang saat itu memeganginya, dengan tetap mengajak si Bunga mengucapkan istighfar dan membaca surat, dengan sekuat tenaga pula teman-temanku memeganginya. Aku pun membantunya dengan memegang tangan dan menutup matanya agar tidak melirik kesana kemari dengan tatapan yang seram itu. Aku agak takut juga, segera aku pun menuju tas dan mengambil mushaf Al Qur’an ku, karena mungkin inilah cara satu-satunya, meski aku belum perncah mencoba, akhirnya ku niatkan untuk mengeluarkan ‘sesuatu’ itu keluar secara paksa.

Aku masih agak galau, lalu aku bertanya pada temanku, “Di, gue bacain Al Qur’an ampuh ngga ya?” tanyaku pada teman lelaki di dekat pintu kelas, “yaudah coba aja!” balasnya sedikit acuh, masih ku ragu lalu ku bertanya lagi pada yang lain, “bacain ngga nih”tanyaku gusar, “yaudah bacain aja” jawab temanku itu menyetujui. Akhirnya dengan agak gemetar aku pun membacakan ayat-ayat Illahi sesuai batasan kertas biasa aku membaca, yang terletak di QS. An-Nisaa’. Aku terus membaca dan membaca, meski agak malu karena baru pertama kali membaca Al Qur’an didepan lawan jenis dan lumayan banyak orang, aku pun tak peduli, insya Allah aku melakukan ini atas dasar ikhlas dan tulus. Aku terus membaca, ku lirik Bunga dan Ia menampakkan raut tak suka nya. Ia menggeram, “wah mulai panas nih!” pikirku, dengan agak takut-takut aku melanjutkan bacaanku, akhirnya Bunga melemas dan tak sadarkan diri. Ia dipanggil berkali-kali, ditepuk-tepuk hingga membuat kami khawatir, akhirnya Ia sadar juga dan segera dipindahkan ke bawah. Belum selesai aku membaca Al Qur’an yang saat itu menginjak lembar ke dua, ternyata ada korban berikutnya. Aku teruskan membaca setelah sebelumnya dipinta temanku untuk tak berhenti membaca. Untunglah yang satu ini tak begitu merepotkan, dia –korban ke**ru*an yang satu lagi- hanya jatuh pingsan dan saat sadar hanya berdiam diri. Kami selaku yang ada disana terus mengajak nya untuk menyebut asma Allah, dan ku teruskan membaca kalam-kalamNya. Setelah Ia sadar, kami pun menuju kebawah dengan tetap menjaga si anak yang satu itu dan terus mengajaknya bicara karena Ia masih terus berpandangan kosong. Kami terus menghiburnya, bertanya ini-itu hingga adzan ashar berkumandang, beberapa diantara kami pergi untuk sholat, setelah kembali ku tau bahwa dua orang tersebut sudah lebih baik dan Bunga –korban pertama- sudah baikan tanpa ingat apa-apa dan sudah sholat. Fiuh, Alhamdulillah.. pengalaman kedua yang cukup menegangkan yang sebelumnya pernah pula ku jalani namun aku hanya mengajak orang tersebut untuk mengucap asma Allah.

Aku bingung sebenarnya dengan keadaan seperti ini, namun dari sana aku tau bahwa kekuatan asma Allah dan kalamNya memang begitu ampuh. Maka dari itu kita selaku umat muslim harusenantiasa mengingatNya dan mengahdirkanNya dalam jiwa dan hati kita dalam keadaan apapun.


Subhaanallah walhamdulillah walaa Ilaa ha ilallah wallahu akbar...

No comments:

Post a Comment