Selamat Malam, September!
Udah masuk ke pertengahan September aja, nih, waktu memang berjalan begitu cepatnya, ya! Dan menjelang musim gugur ini, hujan kembali menerpa dengan deras, mengguyur sesiapa saja yang berlalu tanpa penghalang. Yhaa..
September ini, festival terakhir di musim panas kembali digelar, eh, enggak tahu sih terakhir apa bukan, itu cuma menurut gue aja. Festival apa itu? Iyap, namanya Houjouya, dan tahun lalu gue sempat nyebut-nyebut die di blog ini juga. Itu tuh festival khas Fukuoka gitu kabarnya, festival semacam pasar malam yang banyak berdiri booth makanan, mainan, abang-abang gula kapas juga rumah hantu, dan macem-macemnya. Seru sih ikut rame-ramenya gitu dan ngeliatin mbak-mas pada pake yukata, hmm.. gue belom pernah nih ya ampun. Dan seperti biasa, main ke tempat itu dengan beberapa orang yang sama, huaaa...
Udeh gitu aja intermezzo-nya.
Kali ini gue mau cerita dikit soal perasaan gue #tsaah
Ya, enggak tahulah, seperti biasa gue cuma mau bercuap-cuap aja, entah bermanfaat apa kagak ini tulisan, gue juga berharap-gak berharap ada orang yang baca. sih.
Gue enggak tahu persis ini dimulai sejak kapan. Mungkin sejak hari itu, di hari ulang tahun gue. Iya gue nangis sejadi-jadinya di menit-menit awal usia gue berpindah ke angka dua puluh satu, yang ternyata gue semakin menjadi cengeng, bahkan sekarang gue udah lebih bisa nangis di depan orang lain. Gue udah tahu, sih, gue akan menjadi lebih cengeng dan gue siap, dan gue membuktikannya. Padahal setiap kali gue abis nangis, sedih, murung, jatuh dan sebagainya gue selalu janji sama diri gue sendiri untuk selalu bisa berubah sebaliknya, untuk bisa berdiri lagi, tapi pada akhirnya hal itu seakan-akan hanya menjadi sebuah siklus. Tapi gue menerima hal itu, enggak apa-apa kok kalau pun sekarang gue jadi lebih cengeng, itu artinya gue udah lebih peka dibanding dulu.
Dan yaa, sejak hari itu, gue kembali mengevaluasi diri. Gue coba list kelemahan, kelebihan, pokoknya hal-hal negatif dan positif dalam diri. Juga, lagi-lagi gue mencoba untuk menjadi seorang yang perasa tapi enggak sensitif, yang tetap bawa perasaan tapi enggak baperan, mencoba untuk lagi-lagi bersyukur dan sabar, mencoba melihat tamparan di pipi orang lain, dan yaa tamparan yang gue terima ternyata enggak sekeras dan sesakit yang orang lain dapatkan, tuh, jadi memang mestinya gue lebih bersyukur, menerima dan percaya.
Oya, gue sempat jalan-jalan ke beberapa tempat sendirian, lho! Kenapa sendirian? Hahaha, itu karena gue punya tiket kemana saja gitu naik kereta dan batasnya sampai sepuluh September kemarin, gue susah banget ambil libur akhirnya gue maksaindaripada tuh tiket angus dan, yeay, cuma sedikit tempat yang bisa gue jamahi. Tapi enggak apa, gue mesti belajar bersyukur, dan yaa, jalan-jalan sendiri enggak buruk kok, dari perjalanan itu bahkan gue banyak belajar.
Dari perjalanan singkat itu gue belajar kalau,
"Gue masih selalu punya Allah untuk segalanya."
Dan gue rasanya pengin nangis saat gue sadari itu. Gue yakinkan lagi bahkan kalau pun gue enggak punya siapa-siapa di dunia ini, gue masih selalu punya Allah, gue juga mesti percaya.
Gue bersyukur banget rasanya masih selalu ada bisikan-bisikan seperti itu dalam diri gue, gue jadi ngerasa makin cinta Islam, dan gue tahu ini memang jalan yang penuh cahaya dan enggak salah untuk diikuti.
Kemarin-marin gue merasa kayaknya gue masih sering banget membandingkan diri gue dengan orang lain, gue bandingkan hidup gue dengan mereka, dan sebagainya hal-hal menyebalkan itu. Gue yang sebenarnya kompetitif ini selalu berusaha pengin di atas orang lain, pengin lebih dan pengin selalu disukai orang lain, tapi... Maha Baik Allah dengan segala rahmatNya mau ngasih tahu gue mana pikiran yang seharusnya gue pelihara. Dan, entahlah, gue jadi kasihan sama mereka yang enggak percaya atau enggak mau percaya sama Tuhan dan keberadaanNya, karena gue sendiri mengalami bahwa rasanya percaya sama Dia itu nyaman banget, enak banget, tenang banget, gue enggak perlu sesakit dulu saat ada orang yang bla bla bla dibanding gue, enggak perlu sekecewa dulu saat orang lain enggak sesuai harapan gue saat gue dikecewakan, gue juga enggak harus selalu menyalahkan diri kalau sudah melakukan hal-hal di bawah ekspektasi awal, karena bahkan baiknya sesekali kita melakukan sesuatu itu tanpa ada ekspektasi, dan rasain bedanya saat dapat hasilnya.
Yaa, entahlah, gue jadi kayak orang-orang tua yang udah siap 'pulang' gitu deh dan mencoba menjalani hidup sesuai petunjuk dari Dia semampu gue. Tapi nyatanya kalau boleh bilang, gue belum mau 'pulang' sekarang, karena ada banyak banget misi yang belum dilaksanakan, kata-kata yang masih berupa janji, aah... mungkin sekarang gue harus lebih sering berdoa agar dipanjang umurkan dan selalu diberkahkan.
Dan lagi-lagi, doa itu memang senjata banget. Gue pribadi merasa tenang setelah berdoa. Sekarang gue cuma pengin percaya dan percaya. Semuanya akan baik-baik aja karena selalu ada Dia :')
Semoga diri ini bisa selalu berbuat baik, bahkan kalau pun itu hanya sebuah kepura-puraan, yaa terus berpura-pura baik deh sampai kepura-puraan itu lelah mengikuti dan tinggal baiknya aja. Allah Maha Tahu dan Maha Membolak-balikan hati hambaNya.
Selamat berakhir pekan, Gaes! Semoga sehat selalu!
Selamat berakhir pekan, Gaes! Semoga sehat selalu!
No comments:
Post a Comment