Gue suka banget sama yang namanya kalender meja. Maksudnya, kalender kecil yang ditempatin di atas meja belajar atau meja kerja. Enggak tahu, seneng aja gitu. Dari dulu gue kepengin banget punya meja belajar dan menghiasnya dengan berbagai aksesori, termasuk kalender meja, apalagi kalau si kalender itu ada berbagai macam gambar, wah, jiwa anak-anak gue langsung muncul deh! Tapi, selain sebagai pajangan, yang namanya kalender, otomatis ya berfungsi sebagai penunjuk tanggal, hari, intinya waktu dong! Dan itu artinya, kalau lu punya kalender itu dan dipajang di meja belajar lu, otomatis dia bakal sering banget yang namanya ngingetin. Ngingetin apaan? Ya waktu-lah! Kayak gue di hari itu. Pas lagi pusing asyik input data di komputer, gue mencoba untuk menyegarkan mata dengan melirik ke sisi kanan, dan wah! Sudah tanggal sekian di bulan Februari 2017 ya ternyata, waktu terasa begitu cepat. Dan yaa, gue bahkan belum membuat resolusi di tahun ini, untuk menulis pun baru ini postingan pertama gue. Yassalaam... kemane aje coba!
Di dua hari itu, gue kembali diingatkan, gue mesti kembali menarik benang yang sempat gue rajut. Gue mesti kembali memikirkan hidup gue, jangan cuma pengin senengnya aja. Gue mesti banting tulang!
Tapi hari ini, entah kenapa gue merasa bahagiaaaa banget, bahkan sampai nangis. Gue enggak sedang berulang tahun terus dapet kado, sih ... enggak. Gue seneng aja hari ini banyak bertemu dengan orang-orang lagi (meski yaa setiap hari pun ketemu orang, sih) dan banyak mendengar cerita mereka. Gue belajar lagi. Gue juga terharu banget atas kebaikan orang-orang terhadap gue selama ini. Kenapa ya mereka mau sebaik itu? Dan ke gue? Padahal, enggak banyak juga kebaikan yang gue lakukan, termasuk ke mereka. Ah, kalau gue tebak, sih, semua itu mungkiiin karena ada yang menggerakan. Ada Dzat yang memiliki hati orang-orang untuk bisa diarahkan. Dan mungkin seluruh kebaikan itu memang Dia yang menggerakan. Lagi-lagi, gue bersyukur sekali bisa dilahirkan sebagai seorang muslim dan berada di keluarga muslim. Gue sangaaaaat bersyukur karena gu-e pu-nya Allah!
Kalau pun gue harus mati besok, entahlah, meski belum siap, rasanya gue senang-senang aja. Karena gue pengin ketemu Dia.
Tapi sih ya ... misi gue bahkan baru mau gue mulai. Jadi, ya, Allah ... biar aku selesaikan dulu, ya, please :)
Semoga tahun ini bisa jadi tahun kebangkitan. Rasanya aku enggak kepengin bertarget yang muluk-muluk dulu, aku cuma pengin lebih baik aja, dan enggak egois. Karena kalau kata Tere Liye, "Sedih itu bukan saat kamu sedang menangis dan tidak ada teman untuk berbagi, tapi justru saat kamu senang tapi kamu enggak punya teman." Di surga sendirian itu enggak enak lagi! Jangan mau shalihah sendirian!
O, Allah, semoga Engkau senantiasa menjaga Ibu dan almarhum Bapak, ya :)
Semoga Engkau selalu memberkahi kehidupan saudara-saudariku :)
Aku titip mereka, ya :)
Juga, aku titip hati aku, ya :)
1902-2017, Fukuoka
Ri-chan
No comments:
Post a Comment