Monday, December 26, 2016

Hilang

Terkadang gue enggak suka dengan sebuah pertemuan. Karena apa? Karena bayangan perpisahan sering banget lebih dulu menghantui pikiran. Tapi gue rasa, setiap orang pun begitu. Kalau mereka boleh memilih, mereka pun enggak akan mau berpisah dengan apa-apa yang mereka sayang. Entah itu orang ataupun barang.

Dan hari ini, gue sempat bertanya-tanya, di tanggal 26 Desember ini ada apaan ya? Kayak enggak asing. Dan lalu, saat membaca salah satu status teman, oiya, lebih dari sepuluh tahun yang lalu memang ada peristiwa pedih yang susah dilupakan, terutama bagi yang merasakan, ada tsunami di Aceh, salah satu daerah di Indonesia yang sering disebut-sebut dengan Serambi Mekkah. Gue pribadi enggak merasakan, dan bukan tipikal yang empati-an banget. Cuma sekadar iba, yaudah. Tapi pas gue baca bukunya Tere Liye dan nonton filmnya yang berjudul Hapalan Shalat Delisa, waah... kalau jadi salah-satu di antara anak-anak itu mungkin gue lebih memilih ikut mati juga deh.

Tapi, ada pepatah yang bilang, "Life must go on." Iya kayaknya begitu bunyinya, hidup harus terus berjalan. Bukan karena pisah sama teman jadi enggak semangat lagi, bukan karena ditinggal saudara jadi malas-malasan, bukan karena hape rusak besok jadi kiamat. Bukan. Bahkan sekalipun ditinggal orang tua atau pasangan hidup, sedih oke, tapi yaa.. meski enggak mudah banget, "Life must go on, Bro, Sist!" ;) setiap orang pasti pernah mengalami apa itu kehilangan, tapi ya itulah, lagi-lagi itu letak diujinya. Apakah dengan kehilangan itu kita akan jatuh untuk jatuh, atau jatuh untuk bangun.

"Kita menemukan banyak saat kehilangan." --Tere Liye

No comments:

Post a Comment