Jadi...
Aku sedang tersentuh. Hehehe...
Oleh tiap-tiap kata yang telah aku baca. Aku semakin yakin bahwa sepertinya aku adalah angin, yang menumpang lewat ke berbagai sisi kehidupan seseorang. Ah, mungkin perumpamaan itu terlalu besar. Namun, aku merasaa... iya, aku merasa seperti angin. Pergi kesana-kemari lalu berhenti. Untuk apa? Apalagi kalau bukan untuk memerhatikan sekitar. Aku berembus pada sisi kanan, lalu aku berembus ke sisi kiri. Aku melewati daun telinga seseorang, dan mungkin memainkan satu-dua untai rambut mereka.
Maka, aku memang merasa seperti angin. Aku melewati bagian ini, maka aku akan merasakan itu. Aku melewati bagian yang lain, dan aku merasakan rasa yang berbeda.
Dan ternyata, hidup memang dipenuhi oleh berbagai karakter manusia. Maka ternyata dunia memang dipenuhi oleh berbagai warna. Dan, aku sama anehnya dengan beberapa dari mereka.
Ada perasaan, dimana saat kamu merasakannya, terkadang kamu ingin menghindari atau menutupinya. Dan, ada perasaan, yang sama sekali rasa itu tidak memilihmu seingin apapun kamu untuk merasakannya.
Lalu akan ada dedaunan, yang ketika sudah waktunya, ia akan berlepas diri dari tangkai yang selama ini menyangganya. Bersama angin ia akan melewati tiap udara, dan berlabuh pada tanah di bawahnya.
Lalu akan kamu temukan, siput yang berjalan dengan begitu perlahan, dan kuda yang berlari kencang.
Akan kamu dengarkan, tiap-tiap seruan, tiap-tiap celotehan, tiap-tiap umpatan, atau pujian.
Dan, semua itu... adalah bagian dari pengamatan.
No comments:
Post a Comment