Sebenarnya,
Apa bagusnya saat kita terus membicarakan diri-sendiri? Aku begini, aku begitu, aku ingin ini-ingin itu banyak sekalii...
Aku merasa, sepertinya aku sering begitu. Iya, secara sadar atau tidak, aku sering membicarakan diriku sendiri kepada orang lain. Lalu, saat kewarasan yang sebenarnya muncul, aku ingin bergerak mundur, memang, "Apa bagusnya saat kamu terus bercerita banyak tentang dirimu sendiri, Kenti Lestari?". Apa orang-orang yang diceritakan itu cukup memiliki ketertarikan untuk mengetahui kamu? Kalau memang iya, seharusnya tanpa suapan darimu pun, mereka akan cukup memiliki kemampuan untuk menyuapi diri mereka sendiri.
Apa kamu tidak lelah? Tiap kali kamu berkata kamu begini, kamu begitu. Halo, sadarlah, orang yang membencimu mungkin saja tidak akan percaya apa yang kamu katakan, dan yang mencintaimu? Mereka tidak membutuhkan itu.
Memangnya, apa, sih, motivasi atas semua itu? Apa sebuah perhatian? Perhatian yang ingin diraih dari yang diharapkan?
Apa sih motivasimu membicarakan suatu hal? Motivasimu berpenampilan yang baik? Motivasimu bersikap baik? Apa lagi-lagi untuk meraih perhatian beberapa nama?
Aah... mungkin memang benar ternyata, manusia itu selalu butuh diperhatikan, diakui, dianggap, dipuji, dan sebagainya. Mungkin juga memang ada saatnya kamu tidak mengapa untuk bercerita tentang dirimu pada mereka. Tapi semoga dengan begitu, tidak menjadikan kamu melupakan Ia yang sejatinya terus memerhatikan dan peduli padamu, semenyebalkan apapun kamu...
Dan, haah... lagi-lagi aku seperti makhluk dari antah-barantah yang menjelma menjadi manusia lalu melakukan pengamatan dengan menumbalkan diriku sendiri sebagai obyeknya.
Dan, haah... lagi-lagi aku seperti makhluk dari antah-barantah yang menjelma menjadi manusia lalu melakukan pengamatan dengan menumbalkan diriku sendiri sebagai obyeknya.
Ternyata, manusia memang seperti itu.
Namun, meski begitu, apa kamu percaya, bahwa manusia selalu diberikan alat untuk menakar tiap rasa itu? Dan alat itu disebut hati... Ah, mungkin logika pun berperan di sini. Saat kamu melakukan ini, melakukan itu, apa itu memang sesuai dengan yang kamu rasakan? Perlahanlah ajak hati berdialog, ia akan terus hidup selama kamu membiarkannya hidup, membiarkannya menakar, membiarkannya menjadi pengawasmu dalam bersikap. Karena hati, adalah tempat dimana Ia meniupkan cahaya dalam diri...
#selfreminder #absurd #justmyoppinion
No comments:
Post a Comment