Wednesday, April 13, 2016

Mawar Bersilang dan Terlepasnya Topeng

Ada yang baru, nih, di OWOP! Jeng jeeeng... ini diaaa... MOVIE SCRIPT BLOG TOUR OWOP!
Kami sebenarnya bukan orang pro yang sudah bisa bikin skenario film, tapi, kemauan belajar kami tinggi. Jadi, kalau ada salah-salah dalam penulisan skrip film ini, mohon dimaklumi... ^^

Dan, ikuti tiap episode-nya, yaa!

Episode 1: Terkuncinya Para Pengunci -  Annisa Fitrianda Putri
Episode 2: Permainan (Akan) Dimulai -  Dini Riyani
Episode 3: Detik-Detik Kematian Radian -  Said Al Khudry
Episode 4: Para Artemis dan Orion Mereka -  Nadita Zairina
Episode 5: Friend or Foe -  Nana
Episode 6: Menebak Teka-Teki Langit - Evnaya Sofia
Episode 7: Dibalik Rasi Bintang Orion -  Zu
Episode 8: Tragedi Mawar Putih -  Kiki
Episode 9: Genosida! -  Mister Izzy
Episode 10: Radian dan Dru -  Cici
Episode 11: Kenangan Dan Tantangan -  Deasy
Episode 12: Dru, dan Hilangya 'Mawar Putih' - Zahida An-Nayra

Kali ini saya, Kenti Lestari, yang akan menuliskan Episode ke-14! Cekidot!

Cerita sebelumnya …
Dru menghilang dari tabung dan dipindahkan ke ruangan lain, di sana ia bertemu Margareth yang ternyata seorang mata-mata pengunci yang selama ini dicari. Dan Artemis, mereka sudah tiba di pintu gerbang tempat Orion disekap; Mr Lock alias dr. Bram—salah satu korban di masa lalu— segera bersiap menyambut mereka.

[INT] Ruangan penuh layar monitor pengintai

Al tengah memantau beberapa layar monitor, pandangannya tertuju pada satu monitor di bagian kiri bawah.

[SFX] Suara pintu dibuka

Mar: Bagaimana? Mereka sudah tiba?
Al: (mengalihkan pandangan dari layar monitor ke arah Mar dan tersenyum manis) Aah ... tentu saja. Itu mereka! (menunjuk layar yang sedari tadi diamatinya, kembali tersenyum)

[ZOOM IN] Layar monitor yang menunjukkan kondisi depan gerbang, tempat para Artemis berdiri
[EXT] Pintu gerbang

Joe: Hey, tapi, bagaimana caranya kita masuk? Gerbang ini hanya akan terbuka dengan sidik jari dan retina yang teridentifikasi (memerhatikan seperangkat kotak dengan speaker; dan tempat pemindai sidik jari dan retina yang menempel di pintu gerbang)
Cyn: Ah, ya ampun, kupikir kau bahkan tidak tahu ada gerbang dengan sidik jari sebagai kunci, Joe! Hahahaha
Joe: (mengerutkan kening) maksudmu?
Em: (mengerutkan kening kemudian menahan tawa)
Joe: (menoleh pada Em) Hey, Em ada apa? Eh? Argh! Aku tidak sebodoh itu! (memberengut)
Rei: Tapi … (menggantung, menatap pintu gerbang lamat-lamat)
Cyn, Em, dan Joe: (menoleh pada Rei)
Rei: Benar juga yang dibilang oleh Joe. Bagaimana caranya kita masuk? Kita tidak memiliki akses, dan tidak ada petunjuk atau kode apapun (menoleh kepada tiga temannya)
Cyn, Em, dan Joe: (termenung)
Cyn: Emm ... Ah, aku tahu! Yah, mungkin saja… (Cyn melangkah menuju kotak yang menempel di sisi gerbang itu)
Cyn: Aaah … Hey, kalian yang telah menyekap keluarga kami, buka pintu ini! Kami sudah datang! (berbicara di depan kotak)
Joe:  Oh, benar juga. Mungkin mereka akan mendengar suaramu dari alat itu.
Cyn: (tersenyum puas)
Rei: Tapi, benarkah dengan begitu mereka akan membukanya?
Cyn: Kita tunggu saja, Rei! Bukankah mereka yang meminta kita untuk ke tempat ini?

[CUT TO]
[INT] Ruangan pengintai

Al: (menyeringai, lalu menekan sebuah tombol)

[SFX] Suara bergetar. Pintu terbuka

Cyn, Em, dan Joe: (terperangah)
Rei: (menatap pintu gerbang datar)
Pintu sempurna terbuka.

[SFX] Bip!
[OS] Aldi melalui speaker

Speaker: Halo, Anak-anak manis kesayanganku! Ckckck … Kalian cerdas juga rupanya!
Cyn, Em, Joe dan Rei: (terkejut, menoleh ke sumber suara)

[CUT TO]
[INT] Ruangan penuh layar monitor pengintai

Al: Ya, selamat datang di istana kami ini! Hahahaa ... kalian pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga kalian, bukan? Aah … baiklah, tapi, kulihat kalian tidak membawa oleh-oleh untukku [PAUSE] (menatap ke arah tangan Artemis dari balik monitor)
Mar: (menatap datar Al)
[BACK TO]
[EXT] Depan gerbang
Speaker:Ya, baiklah, tidak apa, ayo masuk! Carilah ruangan dengan pintu berukir mawar bersilang. Hahaha.
[SFX] Bip!
Sambungan terputus
Suara Al di speaker gerbang terputus. Semua saling berpandangan dan masuk ke dalam bangunan itu. Setelah melewati beberapa pintu—termasuk salah-satu pintu yang sempat membuat Rei tercenung—mereka tiba di depan pintu yang dimaksud.

[INT] Sebuah ruangan di dalam bangunan
[SFX] Suara pintu terbuka

Al: Yak, selamat! Akhirnya kalian tiba juga. Hahaha (bertepuk tangan)
Artemis: (terkejut disambut)
Cyn: Hey, di mana ibuku?
Al: WOOOW! Anak yang baik … Ternyata kau sangat berbakti pada orang-tuamu, yaa … Hahaha …
Joe: Dasar bedebah! Di mana kau sembunyikan keluarga kami, ha?
Al: (tertawa keras) Ah, sebelum itu, apa kalian tidak penasaran mengapa kalian terlibat, dan … seseorang di video itu? Tidak ingin tahu, kah?   
Artemis: (menatap tajam Al)

[SFX] Suara langkah kaki
[LS[ Mr. Lock/dr. Bram berjalan di depan para Artemis 

Mr. Lock/dr. Bram: Selamat datang, Anak-anakku! (berdiri di depan para Artemis)
Al: Ya, selamat datang juga, Tuan! (membungkuk)
Mr. Lock: (menatap Artemis) Baiklah, aku sudah bosan dengan topeng ini. Ini membuatku sulit bernapas dan terlihat seperti penjahat. Hahaha. (melepas topeng) Perkenalkan, aku Abraham Lincoln, namun si brengsek itu menyebutku dr. Bram. Dan, yeah, kini semua orang memanggilku demikian. Hahahah. Kalian tahu, meski aku membencinya, namun aku tetap menggunakan nama itu sebagai nama lainku—
Joe: Berhenti beromong kosong, Tuan! Kami tidak butuh curahan hatimu itu! Cepat katakan di mana mereka, dan apa yang kau inginkan?
Dr. Bram: Hey, sebentar, aku belum selesai, Anak muda! Hahaha. Dan karena nama itu pula, anakku bahkan tidak tahu siapa yang dimaksud dr. Bram dalam tulisan itu. [CU] (mengangkat alis, tersenyum kecut)
Em: Tunggu …
Cyn dan Joe: (memandang Emily)
Em: Jadi, dr. Bram dalam map itu … itu …
Cyn: (melotot memandang Emily lalu menoleh pada dr. Bram) Itu kau?! Astaga … kau, kau selamat?
Joe: (terkejut)
Dr. Bram: (pura-pura terkejut) Astaga … kalian benar-benar membuka dan membaca map itu? Sungguh tidak sopan, ckckck … Dan, tentu … setelah ini kalian pasti sudah tahu apa maksudku, bukan? (tersenyum memandang satu-satu)

[SFX] Suara langkah kaki cepat

Al: Mar …
Artemis dan dr. Bram: (menoleh pada Mar)
Mar: (melewati Al) Aah, dokter! Ma-maksudku, Tuan!
Dr. Bram: Ada apa? (dengan wajah yang dibuat tenang)
Mar: (berbicara pelan di telinga dr. Bram)
Dr. Bram: A-apa? Dru? Tapi, bagaimana mungkin?

[CUT TO]

Cyn: Hey, di mana, Rei? (berbisik)
Em: (menoleh kesana-kemari)
Joe: Lho? Bukankah tadi kita bersama-sama? Ah, kemana dia? Hey, Cyn, seharusnya kau menggenggam tangannya erat!
Cyn: (mendengus) Masih sempatnya kau ...

[CUT TO]
Dr. Bram: (kembali menatap para Artemis) Rei? Dan … Dru?

[FREEZE] Semua tercengang

---
Bersambung ke Dehuji

Mohon kritik dan saran, yaa :D

No comments:

Post a Comment