Ada yang baru, nih, di OWOP! Jeng jeeeng... ini diaaa... MOVIE SCRIPT BLOG TOUR OWOP!
Kami sebenarnya bukan orang pro yang sudah bisa bikin skenario film, tapi, kemauan belajar kami tinggi. Jadi, kalau ada salah-salah dalam penulisan skrip film ini, mohon dimaklumi... ^^
Dan, ikuti tiap episode-nya, yaa!
Episode 2: Permainan (Akan) Dimulai - Dini Riyani
Episode 3: Detik-Detik Kematian Radian - Said Al Khudry
Episode 4: Para Artemis dan Orion Mereka - Nadita Zairina
Episode 5: Friend or Foe - Nana
Episode 6: Menebak Teka-Teki Langit - Evnaya Sofia
Episode 7: Dibalik Rasi Bintang Orion - Zu
Episode 8: Tragedi Mawar Putih - Kiki
Episode 9: Genosida! - Mister Izzy
Episode 10: Radian dan Dru - Cici
Episode 11: Kenangan Dan Tantangan - Deasy
Episode 12: Dru, dan Hilangya 'Mawar Putih' - Zahida An-Nayra
Kali ini saya, Kenti Lestari, yang akan menuliskan Episode ke-14! Cekidot!
Cerita sebelumnya …
Dru menghilang dari tabung dan dipindahkan
ke ruangan lain, di sana ia bertemu Margareth yang ternyata seorang mata-mata
pengunci yang selama ini dicari. Dan Artemis, mereka sudah tiba di pintu gerbang
tempat Orion disekap; Mr Lock alias dr. Bram—salah satu korban di masa lalu— segera
bersiap menyambut mereka.
—
[INT] Ruangan penuh layar monitor pengintai
Al tengah
memantau beberapa layar monitor, pandangannya tertuju pada satu monitor di
bagian kiri bawah.
[SFX] Suara pintu dibuka
Mar: Bagaimana?
Mereka sudah tiba?
Al: (mengalihkan
pandangan dari layar monitor ke arah Mar dan tersenyum manis) Aah ... tentu
saja. Itu mereka! (menunjuk layar yang sedari tadi diamatinya, kembali tersenyum)
[ZOOM IN] Layar monitor yang menunjukkan
kondisi depan gerbang, tempat para Artemis berdiri
[EXT] Pintu gerbang
Joe: Hey, tapi,
bagaimana caranya kita masuk? Gerbang ini hanya akan terbuka dengan sidik jari dan
retina yang teridentifikasi (memerhatikan seperangkat kotak dengan speaker; dan
tempat pemindai sidik jari dan retina yang menempel di pintu gerbang)
Cyn: Ah, ya
ampun, kupikir kau bahkan tidak tahu ada gerbang dengan sidik jari sebagai
kunci, Joe! Hahahaha
Joe:
(mengerutkan kening) maksudmu?
Em: (mengerutkan
kening kemudian menahan tawa)
Joe: (menoleh
pada Em) Hey, Em ada apa? Eh? Argh! Aku tidak sebodoh itu! (memberengut)
Rei: Tapi …
(menggantung, menatap pintu gerbang lamat-lamat)
Cyn, Em, dan
Joe: (menoleh pada Rei)
Rei: Benar juga
yang dibilang oleh Joe. Bagaimana caranya kita masuk? Kita tidak memiliki
akses, dan tidak ada petunjuk atau kode apapun (menoleh kepada tiga temannya)
Cyn, Em, dan
Joe: (termenung)
Cyn: Emm ... Ah,
aku tahu! Yah, mungkin saja… (Cyn melangkah menuju kotak yang menempel di sisi
gerbang itu)
Cyn: Aaah … Hey,
kalian yang telah menyekap keluarga kami, buka pintu ini! Kami sudah datang! (berbicara
di depan kotak)
Joe: Oh, benar juga. Mungkin mereka akan mendengar
suaramu dari alat itu.
Cyn: (tersenyum
puas)
Rei: Tapi,
benarkah dengan begitu mereka akan membukanya?
Cyn: Kita tunggu
saja, Rei! Bukankah mereka yang meminta kita untuk ke tempat ini?
[CUT TO]
[INT] Ruangan pengintai
Al:
(menyeringai, lalu menekan sebuah tombol)
[SFX] Suara bergetar. Pintu terbuka
Cyn, Em, dan
Joe: (terperangah)
Rei: (menatap
pintu gerbang datar)
Pintu sempurna
terbuka.
[SFX] Bip!
[OS] Aldi melalui speaker
Speaker: Halo,
Anak-anak manis kesayanganku! Ckckck … Kalian cerdas juga rupanya!
Cyn, Em, Joe dan
Rei: (terkejut, menoleh ke sumber suara)
[CUT TO]
[INT] Ruangan penuh layar monitor pengintai
Al: Ya, selamat datang
di istana kami ini! Hahahaa ... kalian pasti sudah tidak sabar untuk bertemu
dengan keluarga kalian, bukan? Aah … baiklah, tapi, kulihat kalian tidak
membawa oleh-oleh untukku [PAUSE] (menatap
ke arah tangan Artemis dari balik monitor)
Mar: (menatap datar Al)
[BACK TO]
[EXT] Depan gerbang
Speaker: —Ya, baiklah, tidak apa, ayo masuk! Carilah
ruangan dengan pintu berukir mawar bersilang. Hahaha.
[SFX] Bip!
Sambungan
terputus
Suara Al di speaker gerbang terputus. Semua saling berpandangan dan masuk
ke dalam bangunan itu. Setelah melewati beberapa pintu—termasuk salah-satu
pintu yang sempat membuat Rei tercenung—mereka tiba di depan pintu yang
dimaksud.
[INT] Sebuah ruangan di dalam bangunan
[SFX] Suara pintu terbuka
Al: Yak,
selamat! Akhirnya kalian tiba juga. Hahaha (bertepuk tangan)
Artemis:
(terkejut disambut)
Cyn: Hey, di
mana ibuku?
Al: WOOOW! Anak
yang baik … Ternyata kau sangat berbakti pada orang-tuamu, yaa … Hahaha …
Joe: Dasar
bedebah! Di mana kau sembunyikan keluarga kami, ha?
Al: (tertawa
keras) Ah, sebelum itu, apa kalian tidak penasaran mengapa kalian terlibat, dan
… seseorang di video itu? Tidak ingin tahu, kah?
Artemis:
(menatap tajam Al)
[SFX]
Suara langkah kaki
[LS[
Mr. Lock/dr. Bram berjalan di depan para Artemis
Mr. Lock/dr. Bram: Selamat datang,
Anak-anakku! (berdiri di depan para Artemis)
Al: Ya, selamat datang juga, Tuan!
(membungkuk)
Mr.
Lock: (menatap Artemis) Baiklah, aku sudah bosan dengan topeng ini. Ini
membuatku sulit bernapas dan terlihat seperti penjahat. Hahaha. (melepas
topeng) Perkenalkan, aku Abraham Lincoln, namun si brengsek itu menyebutku dr.
Bram. Dan, yeah, kini semua orang memanggilku demikian. Hahahah. Kalian tahu,
meski aku membencinya, namun aku tetap menggunakan nama itu sebagai nama
lainku—
Joe:
Berhenti beromong kosong, Tuan! Kami tidak butuh curahan hatimu itu! Cepat katakan
di mana mereka, dan apa yang kau inginkan?
Dr.
Bram: Hey, sebentar, aku belum selesai, Anak muda! Hahaha. Dan karena nama itu
pula, anakku bahkan tidak tahu siapa yang dimaksud dr. Bram dalam tulisan itu. [CU] (mengangkat alis, tersenyum kecut)
Em: Tunggu …
Cyn dan Joe: (memandang Emily)
Em: Jadi, dr. Bram dalam map itu … itu …
Cyn: (melotot memandang Emily lalu menoleh
pada dr. Bram) Itu kau?! Astaga … kau, kau selamat?
Joe: (terkejut)
Dr.
Bram: (pura-pura terkejut) Astaga … kalian benar-benar membuka dan membaca map
itu? Sungguh tidak sopan, ckckck … Dan, tentu … setelah ini kalian pasti sudah
tahu apa maksudku, bukan? (tersenyum memandang satu-satu)
[SFX]
Suara langkah kaki cepat
Al: Mar …
Artemis dan dr. Bram: (menoleh pada Mar)
Mar: (melewati Al) Aah, dokter!
Ma-maksudku, Tuan!
Dr. Bram: Ada apa? (dengan wajah yang
dibuat tenang)
Mar: (berbicara pelan di telinga dr. Bram)
Dr. Bram: A-apa? Dru? Tapi, bagaimana
mungkin?
[CUT TO]
Cyn:
Hey, di mana, Rei? (berbisik)
Em:
(menoleh kesana-kemari)
Joe:
Lho? Bukankah tadi kita bersama-sama? Ah, kemana dia? Hey, Cyn, seharusnya kau
menggenggam tangannya erat!
Cyn:
(mendengus) Masih sempatnya kau ...
[CUT TO]
Dr.
Bram: (kembali menatap para Artemis) Rei? Dan … Dru?
[FREEZE] Semua tercengang
---
No comments:
Post a Comment