Saturday, October 24, 2015

Degradasi Semangat

Seperti iman, semangat juga fluktuatif. Ada saat dimana titik semangat berada di puncaknya, ada pula saat dimana titik itu berada amat rendah. Pun ada pula masa dimana titik itu stagnan.

Dan itu wajar.

Sulit bukan, memaksa belahan bumi yang satu selalu berada di tempat terang, dan belahan yang lain selalu berada di tempat yang gelap. Kalau begitu, kita semua akan mati! Bumi juga hidup, berputar.

Begitu pula dengan semangat. Bisa dibilang, cukup sulit untuk selalu memaksanya terbang tinggi. Suatu saat ia akan lelah, dan memilih terjun bebas sebebas-bebasnya. Karena ia juga hidup..

Dan masih seperti iman,
Saat titik itu memang sedang merayap di tanah, kita harus sadar akan hal itu, tidak menutupinya, akui saja. Kalau tidak, itu hanya akan membuatnya semakin bebas merayap dan bosan memanjat.

Jangan hanya menunggu dan diam! Carilah minyak tanah sebagai pembakarnya! Pelan-pelan saja. Jangan pakai bensin! Itu dikhawatirkan justeru membuat si semangat itu terlalu terbakar dan hangus.

Kalau ada gas elpiji, pakai saja sewajarnya. Perlahan-lahan. Seujung kuku untuk kemudian berkembang.

Minyak tanah itu bisa berasal dari dalam diri, juga dari luar diri.

Mintalah bantuan gadget, pasanglah alarm semangat.

Berkumpulah dengan mereka yang bersemangat tinggi, mintalah untuk selalu diingatkan agar bersemangat.

Dan tentu,
Berharaplah pada Ia yang selalu bersemangat.

Menciptakan kita dan segalanya dengan penuh semangat.
Memberikan karunia pada makhluk-Nya dengan penuh semangat.
Menerima dan mengabulkan do'a-do'a hamba-Nya dengan penuh semangat.

Dan sudah tentu,
Kita pun mesti bersyukur dengan penuh semangat..
Menjalankan peran sebagai makhluk dengan penuh semangat.
Merayu-Nya dengan penuh semangat.

Ah, dan semua kebaikan dengan penuh semangat.

Jadi, ayo bersemangat! Ini hanya soal waktu. Ini hanya sedang ada di masanya.

Pilihan ada di tangan kita,

Satu, apakah kita mau menyadari atau tidak bahwa semangat ini tengah turun.

Dua, apakah kita akan memilih kembali bersemangat atau tidak.

Itu..
Tergantung..
Tangan..
Kita!

---

Menjelang shalat Jum'at,
Ditulis untuk diri ini dan banyak diri yang tengah dilanda degradasi semangat. Agar menyadari, ini hanya sedang di masanya. Hanya soal waktu. Dan pilihan. Ingin kembali bersemangatkah? Atau cukup tertinggal dalam diam ;)

No comments:

Post a Comment