Sunday, July 19, 2015

Setoran Pertama OWOP *edisi kata ganti aku xD*

~ Kesan Lebaran Hari Pertama ~

Assalamu'alaikum.. Haloo haloo selamat siang.. kenalin, aku Kenti Lestari, tapi panggil aja "Ken" biar gampang hahahaa.. Jadi ceritanya entah pasalnya apa, kemarin itu aku kecipratan tantangan dari Kang Suhail untuk membuat tulisan soal kesan di hari lebaran pertama. Ini adalah setoran pertamaku sebagai anggota baru di OWOP (tapi aslinya sih ini masih liburan yaa, seharusnya belum disuruh nyetor, tapi tak apelah hahaa), agak bingung juga mau nulis apa, tapi yuk izinkan aku menata kata demi katanya :) *tsaah~

Idhul Fitri 1436 H alias lebaran di tahun 2015 masehi adalah lebaran yang ke sembilan belas kalinya untukku. Dan lebaran kesekian kalinya pendapatan THR ku makin berkurang T.T turun drastis, bahkan keadaannya berbalik, aku yang seharusnya memberikan THR kepada para junior pengais THR di area rumah~

"Berbagi selalu menyenangkan" itulah tagline hot saat lebaran (setelah pertanyaan, "kapan nikah?" Tentunyaa xD)

Okee.. sebenarnya setiap lebaran hampir bisa dibilang sama saja, meski ada beberapa yang membedakan.

Lebaran hari pertama di tahun lalu itu, setelah keliling rumah, aku bergegas berkunjung ke rumah sahabat, sebelum Ia pergi ke Bandung untuk berkuliah, kami (aku dan teman-temanku) sepakat menghabiskan sisa hari lebaran pertama kami di rumahnya, hahaa.

Lebaran itu selalu menjadi momen yang menyenangkan, karena lebaran adalah hari raya-nya umat muslim.
Saat hari raya ini tiba, berbagai muslim dari berbagai penjuru umumnya hadir dan bersatu-padu, entah di masjid saat sholat Ied, atau di rumah-rumah untuk sekadar beramah-tamah.

Lebaran menjadi momen yang menyenangkan, karena umumnya saudara-saudara jauh akan saling berkunjung dan berkumpul. Menghabiskan waktu dengan bercakap-cakap dan menikmati kudapan. Apalagi saat malam sebelumnya, malam takbiran. Pasti ramai. Entah di rumah-rumah atau di jalan-jalan. Entah ramai oleh gema takbir, dzikir, do'a-do'a, shalawat, entah ramai oleh obrolan ringan, atau ramai dengan 'celetukan' petasan.

Begitu juga dengan lingkungan rumahku. Ramai di luar, tapi sebenarnya agak sepi di 'dalam'.
Tahun ini adalah lebaran yang amat berbeda bagi kami sekeluarga. Memang menyenangkan saat seluruh kakak-kakakku yang sudah berkeluarga, kembali hadir dan bersama di rumah ini. Tapi sekali lagi, ada yang berbeda..

Biasanya, rutinitas di hari lebaran pertamaku adalah, setelah selesai bebersih rumah, kami sekeluarga berangkat menuju masjid, menikmati alur kegiatannya, selesai dan kembali ke rumah setelah sebelumnya bersilahturahmi ke rumah-rumah yang dilewati. Dilanjutkan di rumah dengan saling memeluk dan mencium tangan, membisikkan kata maaf, dan menguraikan air mata (terutama ibuku). Tapi lagi-lagi ini adalah hari lebaran yang berbeda, bukan maksudku untuk ber-mellow ria, bersedih-sedihan, bergundah-gulana. Tapi memang, lebaran hari pertama kemarin, ada lebih banyak air mata yang jatuh, ada satu rutinitas yang baru.

Ya, 17 Juli 2015 adalah Hari Raya Idhul Fitri di tahun 1436 H sekaligus tepat enam bulannya ayahku 'pindah rumah', pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Januari lalu, tepat di tanggal 17.

Ada satu rutinitas baru. Kalau dulu, biasanya aku ikut berziarah hanya ke makam kakek-kakekku, tapi kini, ada sebuah gundukan tanah baru yang mesti aku kunjungi, menaburi bunga dan air, serta melantunkan beberapa do'a untuknya, Sang Ayah tercinta.

Ini adalah Ramadhan, lebaran, tahun pertama kami yang mesti dilewati tanpa kehadiran raga beliau, dan akan menjadi seterusnya.
Tapi aku yakin, sekalipun raganya tak lagi ada, cintanya, cinta Sang Ayah, pastilah selalu bersama :)

Okee~ setelah semua itu, keadaan kembali menjadi seperti sebulan sebelum berpuasa. Kami makan dan minum di siang hari. Makan dan minum lagi. Kue-kue manis, makanan bersantan berlemak ada dimana-mana.

Yap! Itulah (hanya itu) kesan lebaran pertamaku, mana ceritamu? (Standar banget yak xD)

No comments:

Post a Comment