Friday, January 31, 2014

Sepenuh Cinta Tuk Saudariku...

Wahai Hawa...

Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar Islam, kita dizhalimi, hak kita dicerobohi, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau sedikit oleh kaum adam, tiada nilai di mata kaum adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi kini ketika rahmat Islam menyelubungi alam, ketika sinar Islam berkembang, derajat kita diangkat, kita dihargai dan dipandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan di dunia ini melainkan wanita sholehah...

Wahai Hawa...
Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan Islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungan kitabNya, dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

Wahai Hawa...
Tangan yang mengguncang buaian boleh mengguncang dunia, sadarlah hawa.. kau dapat mengguncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang shalih dan shalihah, kau bisa menggegarkan dunia dengan menjadi istri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia..

Tapi hawa, jangan sesekali kau coba mengguncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lenggok tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentakkan kakimu untuk menyatakan kehadiranmu..


Jangan Hawa, jangan sesekali coba menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu.. Jangan sesekali menggoda lelaki yang bukan suamimu, karena aku khawatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah... dan memberi kegembiraan pada setan karena wanita adalah jala setan, alat yang dieksploitasikan oleh setan dalam menyesatkan Adam..

Hawa...
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang shalihah buat kedua ibu bapakamu,, andai engkau sudah bersuami, jadilah istri yang meringankan beban suamimu,, andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sampai ia tak gentar memperjuangkan dinullah...

Hawa...
Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.. jangan menggadaikan muru’ahmu hanya semata-mata karena seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan sosok tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, karena kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya..
Jangan memulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan mahram karena aku khawatir dari mata turun ke hati, dari salam cenderung kepada pertemuan, dan dari pertemuan.. khawatir lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri..

Hawa...
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang shalih tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang wara’ tidak menilai wanita melalui keayuannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengguncang iman mereka..

Tetapi hawa, lelaki yang baik akan menilai wanita melalu akhlaknya, pribadi, dan diennya.. lelaki yang baik tidak mengingnkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan mahromnya karena ia takut memberi kesempatan pada setan utuk menggodanya. Lelaki yag wara’ juga tak mau bermain cinta, karena ia tahu apa tujuan dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita, yakni sebuah pernikahan..

Oleh itu Hawa...
Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu.. andaikata ditakdirkan tiada cinta dari adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapakmu yang memberi kehangatan kebahagiaan untukmu, cukuplah sekedar cinta adik, kakak, dan keluarga yang akan membahagiakan dirimu..

Hawa..
Cintailah Allah dikala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah..
Cintailah kedua ibu bapakmu serta keluargamu karena kau akan peroleh keridhoan Allah..

Hawa...
Biarlah tangan yang mengguncang buaian ini dapat mengguncang dunia dalam keridhoan Illahi, jangan sekali tangan ini juga yang mengguncang keimanan kaum adam, karena aku sukar menerimanya dan aku enggan mendengarnya..

Suatu saat ada yang harus pergi, suatu saat ada yang datang.. mungkin yang pergi tidak akan kembali, dan mungkin yang datang hanya sebentar... hanya Allah yang kekal...

(Sebagai pengingat diriku dan saudari2ku.. Diambil dari Buku ‘Muslimah, Mewangilah Hingga ke Syurga’ yang juga mengutip dari Tulisan ‘Hadiah Untuk Kaum Hawa’,, dengan sedikit perubahan...)

*dapet dari orang

No comments:

Post a Comment