“Abu Hurairah meriwayatkan bahwa, ada tujuh kelompok orang yang akan
mendapat perlindungan dari Allah di hari kiamat, di mana tidak ada perlindungan
selain dari-Nya, salah satunya adalah
pemuda yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid (HR Bukhari).”
Aku tau, bahwa ada masjid berkubah emas,
Aku tau, bahwa ada masjid seribu tiang,
Aku tau, bahwa ada masjid berkubah biru,
Aku tau, bahwa ada masjid menjadi gereja, dan gereja
menjadi masjid,
Aku juga tau, bahwa ada masjid berwarna putih, besar
nan megah..
Seperti yang lainnya,
Ya, aku tau, bahwa banyak sekali masjid-masjid di dunia
ini yang begitu besar, mewah, megah dan indah.
Masjid yang selalu ku kagumi dan inginku sekedar
menengoknya, menyapanya kesana.
Namun..
Hatiku, jiwaku, ragaku telah terpikat pada yang lain.
Pada istana kecil di sekolah ku.
Ya, disana ada mushalla kecil ku,
Mushalla Asy-Syifaa’
Tak sekalipun ku lewatkan waktu shalatku bersamanya,
dengannya.
Dia mushalla kecil yang begitu nyaman.
Mushalla yang menjadi surganya anak pelantikan, karena
bisa beristirahat atau minum air keran disana. Tak pedulilah dengan fakta bahwa
air keran mengandung bakteri E. Coli,
biarlah untuk saat itu sterilisasi dikesampingkan dahulu.
Musholla Asy-Syifaa’
Meski kesan awal saat memasukinya itu terasa sempit,
gelap, dan kumuh. Namun aku tak peduli soal itu. Selama itu selalu kami
bersihkan sebagai tempat untuk bermunajat kepadaNya.
Mushalla Asy-Syifaa’
Memang kalah megah, mewah, besar, dan indah dengan masjid lainnya atau mushalla di tempat
lainnya. Ya tentu, Karena mushalla ini hanyalah sudut kecil dari bangunan itu.
Mushalla Asy-Syifaa’
Yang awalnya hanya berukuran kecil dan para pengurus
mushallanya begitu bahu-membahu ingin membangunnya dengan membawa pasir,
batako, semen dan bahan-bahan bangunan lainnya.
Namun bagiku,
Namun bagiku,
Mushalla ini merupakan salah satu saksi bisu dari
dokumenter kehidupanku di sekolah ini.
Mushalla yang berukuran lebih-kurang lima kali tujuh
meter persegi untuk tempat akhwat ini,
Senantiasa menemaniku kala sepi maupun ramai. Atau,
demi bertemu denganNya dan mencurahkan segala kegundahan hati dan jiwa padaNya.
Mushalla yang menjadi jembatan ruhaniku. Mushalla yang menjadi tempatku
‘cabut’, tidur, mengerjakan tugas, rapat, mengaji, atau sekadar iseng masuk lalu
keluar lagi entah dengan tujuan bertemu bidadari-bidadariNya atau sekadar
meminjam barang.
Terlepas dari isu yang mengatakan di mushalla ini
terkadang ada penampakan, aku tak peduli.
Meski ku tahu di mushalla ini sering terjadi
permasalahan turun-temurun, yaitu air keran yang selalu sold out saat hendak shalat dzuhur.
Meski di mushalla ini pun hanya ada satu lemari yang
boleh digunakan oleh pengurusnya, meski lemari itu sudah sangat usang.
Meski lukisan kakbah di mushalla ini pun sudah begitu
pudar dimakan usia,
Karpet yang
sudah lama namun setia untuk disikat dan dijemur,
Mukena yang mungkin orang-orang enggan mengenakannya
namun tetap dipakai yan selalu di laundry
ini,
Mushalla yang keramik di toiletnya pernah pecah dan
membuat kaki ornag yang menginjaknya terluka dan berdarah banyak,
Mushalla yang hijabnya sering kali lepas dan membuat
terkejut orang-orang sekitar, yang memang ingin diganti namun tidak jadi,
Mushalla yang.. Ah sudahlah, terlalu banyak semua
kenangan itu.
Dan tidak hanya manusia yang begitu tersihir untuk tetap tinggal di mushalla itu, bahkan kucing yang baru melahirkan dan membawa serta dua anaknya yang masih kemerah-merahan pun betah untuk tinggal di mushalla itu, tepatnya didalam laci yang terbuka di lemari satu-satunya yang sering digunakan itu.
Ya, itulah mushalla Asy-Syifaa’, yang bagiku merupakan istana kecilku..
Dan kabarnya kini, mushalla itu akan dibangun, ia akan lebih dibuat besar dan indah,
Ah, aku begitu bersyukur atas kabar baik itu,
Namun, semoga saja kenangan disana tak pernah lepas,
selalu berbekas, selalu menjadi mushalla paling nyaman
Ah wahai engkau mushalla,
Mushalla yang dibangun dengan penuh rasa cinta
terhadapNya oleh hamba-hambaNya..
Tetaplah selalu menyertai langkah dakwah kami, mereka
yang senantiasa berada dijalanNya..
Semoga kenangan indah ini pun kelak kan selalu
bersemi.. Aamiin :’)
Ditulis dengan penuh kenangan, oleh
Ditulis dengan penuh kenangan, oleh
Asy-Syifaa’ lovers, Kenti Lestari^^
No comments:
Post a Comment