Friday, May 13, 2016

Kebodohan Perasaan

Jadi memang ternyata seperti itu ...
Sebuah melodi yang bersama angin berpadu mengantarkan pesan
Meliuk-liuk melewati berbagai media untuk bisa sampai
Dari satu arah, lalu ke arah lain
Sebisa mungkin terus bergerak, dan bergerak untuk menyampaikan

Lalu aku hanya bisa memandangi langit sore ...
Betapa ia sama indahnya seperti di pagi atau malam hari
Bersama tiap anggota saling berganti menghibur diri
Ada kalanya cerah, pun terlihat gelisah
Bisa saja sewaktu-waktu ia tersenyum atau menangis

Daan ...
Bila langit tersenyum, bolehkah aku ikut tersenyum?
Daan ... saat ia menangis, bolehkah aku membersamainya dengan tangis pula?
Menyatukan tiap air yang sengaja diciptakan untuk jatuh dan mengalir
Melepaskan segala kepenatan dan kebodohan perasaan
Menyadari bahwa ternyata memang benar begitu
Merasakan tiap-tiap jarum seakan menusuk ujung jari
Dan menidurkan sepanjang hari

Biasa saja, tanpa sakit sedemikian rupa,
Namun cukup untuk menguliti hati
Dalam diam ...

Maka bila memang sudah begitu ...
Maka bila memang ku sudah banyak tahu ...
Cukup aku tersenyum atas seluruh penantianmu itu ...


---
Aduh, ini apaan si?

No comments:

Post a Comment