Aku adalah seseorang di seberang peron kereta.
Yang dengan begitu, memandang kamu, di kejauhan sana.
Aku berpura-pura membaca, kujilati lagi sebuah es krim coklat, dan melelehkan yang sebuah lagi.
Aku sulit menjangkau.
Bagaimana mungkin kau teramat jauh.
Kau hanya di seberang.
Dan, ah, ya, aku di sini.
Kau alihkan pandangan, kau tatap sebuah objek.
Sebuah pandangan yang dalam.
Percuma aku menyebut namamu tiga kali, kau takkan berpaling, apalagi menghampiri.
Kau tidak pernah tahu, ada sebuah bayangan di sini, menanti kamu, membuatnya nyata.
Kini, es krim coklatku sudah habis, satunya lagi sudah mencair.
Bukuku, sudah entah ke mana.
Aku pergi.
No comments:
Post a Comment