Saturday, February 15, 2014

For My Beloved SR :* {}

Hari yang indah! Langit begitu cerah..

Sayangnya sih hari ini ngga terlalu begitu. Yaa.. pagi ini di daerah Bojong-Cilebut-Cibinong dan beberapa daerah terdekat mengalami hujan yang cukup deras sekitar setengah jam sejak pukul setengah enam hingga pukul enam lebih. Ah berarti lebih dari setengah jam. Biarlah.

Dan yang benar-benar cerah itu ya malam ini, malam Minggu. Sebenarnya aku berniat untuk mencoba melakukan proses editing terhadap bahan Uji Kompetensi-ku (UKOM). Tapi ternyata aku terlalu kurang belajar sejak awal dan notebook ku lumayan lola, ah bukan, notebook kakakku,

Ah sudahlah lupakan akan semua itu!
Terlepas dari segala rasa penat di malam ini, aku hanya ingin berbagi sedikit tentang hidupku. Mungkin kedepannya aku akan terus melakukannya. Ah, bahkan seharusnya sejak dulu!

Hari ini tepat pada tanggal 15 Februari 2014 dan satu minggu lagi adalah waktu untuk diriku dan kawan-kawanku melaksanakan kegiatatan Uji Kompetensi (UKOM). Bahkan ada jurusan yang akan memulainya di hari Senin esok, yaitu jurusan Pemasaran. Ya, kita do'akan semoga semuanya berjalan lancar.

Dan terlepas akan hal itu lagi, aku ingin bercerita mengenai tiga tahun terakhir kisah hidupku. Kisah yang begitu banyak, begitu hangat, begitu berwarna. Aku sungguh menyukainya.
Dan di satu tahun terakhir ini, kurasa merupakan tahun yang begitu berharga untukku. Begitu gemilang, begitu bercahaya. Mengapa? Karena di satu tahun terakhir ini aku bisa menjadi orang yang lebih terbuka. Dan misi ku sempurna sudah kujalani. Meski memang belum begitu optimal, namun aku bahagia.

Misi yang sedari dulu aku tanamkan dalam program diriku. Misi yang selalu bersemayam. Misi yang setiap hari membayang. Misi yang selalu hadir tanpa bisa aku benar-benar genggam erat. Misi yang pada akhirnya menyalahkan diriku dan keadaan.

Namun kini aku bersyukur, misi itu sedikit demi sedikit benar-benar rampung! Aku berhasil! Ya, bisa jadi.
Meski entah apa yang dipikirkan orang-orang, namun ku begitu bahagia kala menyadari misi ku itu berhasil. Dan disaat yang bersamaan, aku pun menyesali mengapa tak sedari dulu ku coba untuk merealisasikan misi itu? Mengapa aku tak mencoba membuka diri dan lebih membagi waktu?
Tapi biarlah! Itu semua sudah lewat, biar dijadikan pelajaran olehku, benar-benar pelajaran.

Ya, misi itu adalah,
Misi yang mungkin setiap orang rasakan sebagai makhluk sosial.
Misiku itu adalah agar aku benar-benar bisa lebih bergabung, lebih dekat, lebih akrab, bisa bercakap-cakap tanpa ada rasa canggung, bisa bercanda-tawa, bisa bermain, mengerjakan tugas bersama, bisa marah, sedih, tertawa akan hal yang sama. Ya, bersama kawan-kawan pertama yang kukenal. Bersama kawan-kawan yang selalu ada sejak awal hingga akhir.

Dulu aku mengira mungkin mereka yang menjauh akan diriku. Tapi biar bagaimana pun kurasa justeru aku yang membuat tembok itu terlebih dahulu. Dan kini ku benar-benar menyayangkan, di saat mereka membuka-buka dan melihat-lihat foto-foto mereka, mungkin di sana tidak ada aku. Kalau pun ada pastilah hanya sepersekian persennya.

Ah, begitu sangat disayangkan! Aku begitu menyesal.
Dan meski semua kenangan yang benar-benar kenangan kurasakan ini hanya di tahun terakhir kami bersekolah, namun aku bahagia. Begitu bahagia. Takkan pernah ku lupakan mereka dan segala kenangan ini.
Aku begitu bersyukur karena Rabb-ku begitu baik dan selalu mendengarkan tangisanku akan misi ini dan membuatku lebih terbuka dan bisa merasakan hal yang sama seperti yang mereka rasakan, meski mungkin aku begitu terlambat dibanding yang lain. Namun tak apa, aku benar-benar bersyukur, aku bahagia.

Dan hari renang kemarin (Jum'at. 14/02/2014) mungkin menjadi hari renang terakhir kami dalam keadaan bersama, satu wadah di sekolah. Dan hari renang itu begitu kurasa amat menyenangkan dari hari renang biasanya. Aku bisa tersenyum, tertawa begitu lepas bersama mereka, tertawa, bermain air dengan begitu nyamannya. Dan aku kembali menyesal, mengapa tak ku lakukan sejak dulu? Mungkin takkan ada air mata.
Tapi, sekali lagi biarlah. Dengan hal ini pun justeru membuatku lebih menyadari arti kawan, arti sahabat, saudara yang sebenarnya. Meski mungkin aku masih asing untuk mereka, meski terkadang mereka pun asing untukku, namun aku selalu bahagia kala bersama mereka, mereka pelangi di jiwaku, dulu, sekarang, dan nanti. Tempat di awal dan akhir hidup putih-abu ku...

No comments:

Post a Comment