Hari ini hari Jum'at dan cuaca nya setengah-setengah gitu deeh..
Tapi itu ngga terlalu dipusingkan, karena mau kayak gimana pun cuaca nya, yang penting hari ini libuuuur....
Yaps, hari ini tanggal 31 Januari 2014 dan merupakan tanggal merah di kalender karena ada merupakan hari Raya Imlek gitu deeh..
Sebenernya niat buka leptop juga cuma mau surfing materi matematika, karena emang udah diniatin kalau hari ini mesti belajar. Tapi apalah daya, malah jadi coba-coba nulis lagi.
Banyak banget sih sebenernya cerita yang harus di ungkap, tapi kali ini mau coba curhat dulu deh.
Ya, ya, aku ini termasuk orang yang anti pacaran sejak aku tahu hukumnya. Dan, Alhamdulillah nya, sejak dulu emang belum pernah pacaran. Sewaktu SD, SMP gitu sih, pernah pengen gituu punya pacar dan pacaran haha. Tapi sejak aku mencoba mendalami agama ini, aku tahu mana yang baik dan mana yang ngga.
Kadang kalau ada teman-teman yang nanya, "Ken, lu udah pacaran berapa kali?" dan aku menjawab polos. "belum pernah" di iringi dengan senyuman, lantas teman-temanku pun langsung memasang wajah terkejut mereka. Haa.. dan aku hanya bisa berkata, "Apa yang salah?"
Aku juga ngga mau munafik sih, terkadang aku suka ngerasa, pengen nyobain juga. Haha, nyobain apa? Ya itu tadi pacaran. Tapii.. Alhamdulillah lagi Allah selalu mengingatkan entah melalui perantara atau tidk.
Namun yang suka bikin aku bingung, aku terkadang jadi ngerasa kayak orang yang bener-bener munafik. Ya, gimana ngga! Aku adalah orang yang anti pacaran karena emang prinsip dan keyakinanku. Tapi, lihat deh, di sekelilingku ini pacaran udah bener-bener lumrah. Ya, bahkan kakakku pun berpacaran. Kadang aku suka ngerasa sedih karena belum bisa berbuat banyak. Mengingatkan pun hanya ala kadarnya, berdo'a juga yaa masih ala kadarnya meski ku tahu kalau aku belum bisa berbuat banyak, seharusnya aku emang lebih memperbanyak berdo'a.
Dan ada lagi yang aku bingungin. Banyak pula temen-temenku yang berpacaran. Teman dekat juga malah. Dan, apakah aku harus berpura-pura manis, ikut senang saat mereka senang? Misalnya saat ada diantara mereka yang baru jadian, atau anniv, atau baru ketemu pacarnya, atau dikasih hadiah gitu sama pacarnya. Haruskah aku ikut memasang wajah senang, tersenyum lantas memberikan ucapan selamat sedangkan hatiku mengingkarinya? Dustakah aku? Munafikkah diriku?
Atau aku tetap sesuat ketetapan hatiku, dan terus memasang wajah cuek, jutek, sebel saat orang-orang membicarakan hal tentang pacaran? Lantas bergerak semangat terus mencoba jadi PHO? Tentu PHO dalam artian yang baik.
Terkadang aku bingung atas pilihan itu. Ya, aku selalu bingung bila dihadapkan dengan pilihan.
Seringkali ku merasa diriku munafik kala ku berbagi artikel, quotes atau semacamnya di jejaring sosial, namun aku tetap memasang wajah manis saat temanku bercerita tentang pacarnya.
Dan salahkah aku bila tak pernah mengucapkan happy anniv pada mereka atau terus berdo'a semoga mereka cepat putus?
Aaaaaarrrggghh..
Semoga saja aku bisa terus mencari cara yang lebih baik untuk menghadapi ini semua. Semoga aku tetap menjadi diriku. Maaf sobat bila ku jarang mengingatkanmu namun semoga ku sering mendo'akanmu agar kita tidak sama-sama terjebak di lubang yang sama, di lubang neraka.
Semoga juga buat temen-teme yang berada di posisi yang sama denganku, bisa mencari alternatif yang lebih jitu untuk menghadapi fenomena semacam ini, dan perlahan-lahan bisa terus mengingatkan. Aamiin...
No comments:
Post a Comment