Saturday, May 18, 2013

Ketika Seseorang Terlahir Tanpa Kelebihan Khusus..

Tidak sedikit manusia yang berkeluh-kesah, menganggap dirinya adalah manusia yang biasa-biasa saja, yang terlahir tanpa kelebihan khusus. Ngakunya, “Saya ini bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa.” Anggapan miring ini jelas-jelas menghina Yang Maha Pencipta, karena:
@ Dia telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk.
@ Bahkan Dia telah memerintahkan malaikat untuk sujud di hadapan manusia.
@ Sering manusia menganggap malaikat adalah makhluk yang paling unggul. Padahal, dengan amal-amalnya, manusia diperkenankan oleh-Nya untuk menjadi makhluk yang lebih unggul daripada malaikat.

· Contoh kecil saja, manusia mampu:
o Melakukan amal jariyah, istighfar, dan sedekah.
o Menamai segala sesuatu, berkreasi dan menganalisa
o Menjalin silaturahim, mendapatkan jodoh, dan keturunan
o Membangun peradaban dan masih banyak lagi yang semuanya tidak mungkin dilakukan oleh malaikat mana pun.

Makanya Dia menyerahkan hak pengelolaan bumi dan seluruh isinya kepada manusia, bukan kepada malaikat.
Itu artinya, Dia telah menitipkan potensi yang betul-betul tak ternilai harganya pada diri Anda. Jadi, Anda tinggal menggalinya saja.

Masih tidak percaya? Jawab saja pertanyaan-pertanyaan berikut.
Bolehkah saya memotong lima jari Anda atau mencabut tulang rusuk Anda, dan sebagai gantinya saya membayar Anda Rp100juta
Bolehkah saya menurunkan seperlima dari IQ Anda atau seperlima dari daya ingat Anda, dan sebagai gantinya saya membayar Anda Rp100juta?
Bolehkah saya menghancurkan nama baik Anda atau menghilangkan relasi Anda, dn sebagai gantinya saya membayar Anda Rp10juta?
Pastilah Anda akan menggeleng kuat-kuat dan menjawab, “Tidak!” Sekalipun gantinya saya naikkan berkali-kali. Nah, apa artinya? Sebenarnya, terdapat potensi senilai ratusan juta, miliaran, bahkan tak terhingga pada diri Anda –mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sekali lagi, Anda tinggal menggalinya saja. Hei, kurang jelas apalagi?

Membaca beginian, ada yang berkomentar, “Ah, apa perlu serepot itu? Bukankah kehidupan ini seperti sungai? Bukankah lebih menyenangkan kalau kita mengikuti arusnya saja? Ke mana ia mengalir, ke situlah kita mengikuti.” Mohon maaf, setahu saya, yang seperti itu adalah kotoran yang mengapung-ngapung, yang bisanya cuma menikuti arus sungai. Seorang pemenang akan memilih sungai yang sesuai. Kalaupun tidak ada, ia akan menciptakan sungainya sendiri.terkait ini, dengarlah baik-baik wasiat Peter Drucker, Bapak Manajemen, “Cara terbaik untuk meramal masa depan adalah dengan menciptakannya.” Hm, walaupun saya tidak punya hubungan family dengan Peter Drucker, tetapi saya sangat menghormati pendapatnya yang satu ini. Saya harap, Anda juga Juga begitu :)

Sekarang Apa yang Harus Anda Lakukan?

@ Carilah sesuatu yang Anda minati sekaligus Anda kuasai.
@ Pastikan itu betul-betul menghasilkan dan membahagiakan.
@ Pantaulah persepsi public tentang Anda, lalu kendalikan.
@ Temukan kata kuncian yang mewakili siapa Anda, lalu eksposlah.
@ Pertahankan Perbedaan Abadi Anda selama-lamanya. Yah, karena itulah disebut abadi. Kecuali terjadi sesuatu yang sangat mendasar, sehingga mengharuskan perubahan.
@ Ajaklah orang-orang di sekitar Anda untuk turut menciptakan Pembeda Abadi. Kemudian, adakan pertemuan berkala dan mintalah salah seorang berbagi pengalaman tentang Pembeda Abadi. Niscaya Anda dan orang-orang di sekitar Anda akan saling mengingatkan.
@ Bergabunglah di grup Facebook yang saya asuh, Creative Marketing. Ini gratis, lalu, invite teman-teman Anda untuk turut bergabung. Mudah-mudahan ini juga menjadi amal jariyah bagi Anda.


Grup asuhan: 7 Keajaiban Rezeki, Creative Marketing, Rahasia Otak Kanan, Rahasia Sang Pemenang, Rahasia Kekayaan Nabi, Amal-amal yang Melipatgandakan Rezeki


#Di kutip dari buku motivasi rezeki seri otak kanan, karya Ippho ‘Right’ Santosa

Tidak bermaksud menjadi promotor, hanya sekedar ingin menebar ENERGI POSITIF :)

No comments:

Post a Comment